METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Deretan buku di rak perpustakaan bukan satu-satunya alasan anak-anak datang berkunjung. Di Perpustakaan Daerah (Perpusda) Kota Pekalongan, ruang literasi mulai diarahkan menjadi tempat belajar yang lebih hidup, interaktif, sekaligus menyenangkan.
Gagasan tersebut disampaikan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan bertepatan dengan momentum Hari Kunjung Perpustakaan yang diperingati setiap 14 September.
Kabid Perpustakaan Dinarpus Kota Pekalongan Mahfud mengatakan, perpustakaan idealnya tidak berhenti pada fungsi menyediakan koleksi bacaan. Ruang yang tersedia juga dapat dimanfaatkan untuk kegiatan belajar dan praktik oleh berbagai kelompok pendidikan.
“Diharapkan perpustakaan bisa menjadi arena belajar. Jadi bukan hanya menyumbang atau menyediakan buku saja, tetapi juga bisa digunakan untuk kegiatan belajar dan praktik,” ujar Mahfud saat ditemui di Perpusda Kota Pekalongan, Selasa (15/9/2026).
Menurut Mahfud, konsep tersebut dapat diterapkan mulai dari jenjang PAUD, RA, SD hingga perguruan tinggi. Dengan demikian, perpustakaan dapat menjadi ruang pendukung pembelajaran di luar kelas sekaligus tempat anak mengenal literasi melalui pengalaman langsung.
Baca Juga: Air Menurun Saat Kemarau, Perumda Tirtayasa Siap Tambah Pasokan Air
Baca Juga: IKM Kota Pekalongan Bisa Daftar Merek Cuma Rp500 Ribu
Upaya itu juga terlihat dari kunjungan puluhan siswa RA Muslimat NU Masyithoh 20 Bumirejo Kota Pekalongan. Sebanyak 65 anak datang bersama guru mereka untuk mengikuti kegiatan belajar yang dikemas lebih santai di lingkungan perpustakaan.
Tak hanya membaca buku, para siswa diajak mengikuti berbagai aktivitas. Mulai dari senam bersama hingga menikmati film dan tayangan multimedia yang tersedia di Perpusda.
“Kaitannya dengan fasilitas, kami menyediakan buku-buku dan bacaan anak, kemudian anak-anak juga diajak senam bersama serta melihat video atau multimedia yang ada di perpustakaan,” jelas Mahfud.
Bagi Dinarpus, aktivitas semacam itu menjadi salah satu cara untuk membuat perpustakaan terasa lebih dekat dengan anak-anak. Kunjungan tidak lagi sebatas datang, mengambil buku, membaca, lalu pulang, tetapi dapat menjadi pengalaman belajar yang melibatkan aktivitas lain.
Mahfud berharap momentum Hari Kunjung Perpustakaan dapat menjadi kesempatan untuk semakin mendekatkan masyarakat dengan fasilitas literasi yang dimiliki pemerintah daerah. Semakin sering digunakan, perpustakaan diharapkan semakin dikenal sebagai ruang publik untuk belajar dan mengembangkan pengetahuan.
Baca Juga: Waspada Modus Tiket KAI via PayLater, Ini Imbauannya
Baca Juga: Jalan Poncowati Alas Roban Batang Kembali Memakan Korban
Sementara itu, Kepala RA Muslimat NU Masyithoh 20 Bumirejo Kota Pekalongan Laili Muniroh mengatakan, kunjungan ke Perpusda sebenarnya telah masuk dalam agenda sekolah sejak awal tahun ajaran.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kokurikuler sekaligus sarana mengenalkan dunia literasi kepada anak-anak sejak usia dini. “Tujuannya untuk mengenalkan anak terhadap literasi sejak dini, supaya anak suka membaca,” kata Laili.
Menurut Laili, pengalaman belajar di perpustakaan memberikan suasana berbeda bagi anak. Mereka tidak hanya diperkenalkan dengan buku dan bacaan, tetapi juga memperoleh kesempatan mengikuti aktivitas yang membuat kunjungan terasa menyenangkan.
Sebanyak 65 siswa mengikuti rangkaian kegiatan dengan membaca dan mengenal koleksi buku anak, senam bersama, serta menyaksikan film atau tayangan multimedia.
Baca Juga: Kangen Band Disebut Bubar, Ini Fakta di Balik Pengumuman Dodhy
Baca Juga: Cegah Kekerasan Terulang, Sekolah di Pekalongan Diperkuat
Kegiatan tersebut dinilai penting di tengah semakin dekatnya anak-anak dengan teknologi dan gawai. Perpustakaan diharapkan dapat menjadi salah satu ruang alternatif yang membuat aktivitas membaca tetap menarik bagi generasi sejak usia dini.
“Harapannya anak dari dini gemar untuk membaca dan suka membaca,” pungkas Laili.(han)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com