METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Api yang awalnya membuat sebagian warga Kuripan Yosorejo (Kuryos) gentar, perlahan justru menjadi bahan latihan. Satu per satu warga maju mencoba memadamkan kobaran api dalam simulasi pelatihan pencegahan dan penanganan kebakaran di halaman Kantor Kelurahan Kuripan Yosorejo, Jumat (18/9/2026).
Pelatihan tersebut diikuti warga, mulai dari ibu-ibu, bapak-bapak hingga pegawai kelurahan. Mereka tidak hanya menerima penjelasan secara teori, tetapi langsung berhadapan dengan simulasi api yang sengaja dinyalakan menggunakan tong sebagai media pembelajaran.
Suasana sempat terlihat tegang ketika api mulai berkobar. Namun, setelah mendapatkan arahan dari petugas, warga mulai berani mengambil alat pemadam api ringan (APAR) dan mencoba memadamkan api secara bergantian.
Petugas mengajarkan langkah penggunaan APAR, mulai dari cara membuka pengaman hingga mengarahkan semprotan ke sumber api. Teknik penyemprotan juga diperagakan agar api dapat dikendalikan dengan cepat dan aman.
Bukan hanya APAR, warga juga mendapatkan simulasi penanganan kebakaran dengan cara sederhana menggunakan karung. Materi lainnya menyasar potensi kebakaran akibat kompor dan tabung gas yang dekat dengan aktivitas sehari-hari, terutama di rumah.
Baca Juga: Eks Anak Buah Yaqut Ungkap Jejak Fee Haji Jadi Fortuner Hingga Rumah Mewah
Kasi Pencegahan dan Informasi pada Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari tingginya kejadian kebakaran di wilayah Kuryos.
Kasi Pencegahan dan Informasi pada Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan, Falentino Eka Laksana Putra mengatakan, kegiatan tersebut digelar sebagai tindak lanjut dari tingginya kejadian kebakaran di wilayah Kuryos.
Menurutnya, kawasan Bongcino Dalam tercatat mengalami tujuh kejadian kebakaran selama Januari hingga Agustus 2026. Salah satu penyebab yang menjadi perhatian adalah kebiasaan membakar sampah kemudian ditinggalkan tanpa pengawasan.
“Tujuannya untuk masyarakat di sini agar sadar atau mengingatkan tetangganya maupun saudara yang tinggal di sini agar tidak bakar-bakar sampah sembarangan,” jelas Falentino.
Ia mengatakan, keterampilan dasar penanganan kebakaran penting dimiliki masyarakat karena warga merupakan pihak yang biasanya berada paling dekat dengan sumber api ketika kejadian pertama kali muncul.
Baca Juga: Lima Kali Kebakaran, KAI Daop 4 Perketat Pengawasan Jalur Rel
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan penanganan api secara konvensional menggunakan karung maupun cara modern menggunakan APAR. Simulasi kebocoran gas dan kompor juga diberikan untuk menghadapi kondisi yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga.
Dalam pelatihan tersebut, masyarakat diperkenalkan dengan penanganan api secara konvensional menggunakan karung maupun cara modern menggunakan APAR. Simulasi kebocoran gas dan kompor juga diberikan untuk menghadapi kondisi yang kerap terjadi di lingkungan rumah tangga.
Falentino juga meluruskan anggapan sebagian warga mengenai layanan pemadam kebakaran. Menurutnya, masyarakat tidak perlu khawatir soal biaya ketika membutuhkan bantuan Damkar.
“Memanggil Damkar itu tidak ada biaya karena memang bagian dari tugas dan fungsi Damkar membantu masyarakat jika mengalami kebakaran atau ada potensi yang mengancam jiwa manusia,” tegasnya.
Selain petugas Damkar, keberadaan relawan pemadam kebakaran atau Redkar juga dinilai penting. Relawan tersebut menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat dalam pencegahan dan penanganan kebakaran di lingkungan masing-masing.
“Redkar itu penting. Semakin banyak Redkar, peran serta masyarakat dalam pencegahan kebakaran juga semakin baik,” katanya.
Falentino menambahkan, puncak musim kemarau juga menjadi periode yang perlu diwaspadai. Pada Agustus hingga September, kejadian kebakaran rumah maupun lahan di Kota Pekalongan disebut berada di kisaran belasan kasus.
Baca Juga: Penutupan Zona Pasif TPA Degayu Baru 47 Persen
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran di rumah. Hal pertama yang perlu dipastikan adalah kondisi aliran listrik. “Kalau kita datang itu tidak langsung memadamkan api. Kita memastikan dulu kondisi listrik dalam posisi mati atau off,” ujarnya.
Ia mengingatkan masyarakat agar tidak langsung melakukan pemadaman ketika terjadi kebakaran di rumah. Hal pertama yang perlu dipastikan adalah kondisi aliran listrik. “Kalau kita datang itu tidak langsung memadamkan api. Kita memastikan dulu kondisi listrik dalam posisi mati atau off,” ujarnya.
Sementara itu, Lurah Kuripan Yosorejo, Khairul Amri, menyampaikan apresiasinya kepada Satpol PP dan Damkar Kota Pekalongan yang telah memberikan sosialisasi kepada warga.
Ia menyebut kebakaran dapat dipicu berbagai hal, mulai dari pembakaran sampah yang tidak diawasi, puntung rokok yang masih menyala dan mengenai rumput kering, hingga anak-anak yang bermain api.
“Harapannya nanti dari warga masyarakat dapat menangani kebakaran, baik di rumah maupun di lingkungan sekitar setelah mengikuti acara ini,” kata Khairul.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto Sumber : metropekalongan.com