Kebakaran di Kota Pekalongan Meningkat, Warga Diminta Waspada

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Kamis, 24 September 2026 | 17:21 WIB
PADAMKAN API : Tim Damkar Kota Pekalongan saat memdamkan api di perumahan BRD pada bulan kemarin.(IST)
PADAMKAN API : Tim Damkar Kota Pekalongan saat memdamkan api di perumahan BRD pada bulan kemarin.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Risiko kebakaran di Kota Pekalongan meningkat memasuki musim kemarau. Hingga 22 September 2026, Satpol PP, Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Damkar) Kota Pekalongan mencatat 75 kejadian kebakaran yang telah ditangani.

Angka tersebut menunjukkan peningkatan cukup tajam dibandingkan periode yang sama pada 2025. Hingga September tahun lalu, tercatat 27 kejadian kebakaran. Sementara sepanjang 2025, total kejadian kebakaran di Kota Pekalongan mencapai 32 kasus.

Kepala Satpol PP Damkar Kota Pekalongan, M. Taufiqu Rochman, mengatakan kondisi cuaca kering selama musim kemarau turut meningkatkan potensi munculnya kebakaran. Karena itu, pihaknya mengingatkan masyarakat agar memperketat kewaspadaan dan tidak mengabaikan sumber api sekecil apa pun.

“Pencegahan terus kami lakukan melalui sosialisasi kepada masyarakat, mulai dari PAUD hingga perguruan tinggi, termasuk perusahaan, hotel, rumah sakit, dan objek vital,” jelas Taufiq saat dikonfirmasi, Kamis (24/9/2026).

Baca Juga: Simpan 151 Gram Sabu, Pria di Pemalang Terancam 20 Tahun

Baca Juga: 3.500 Orang Pekalongan Berpotensi Aman dari Ganja dan Sabu

Menurutnya, upaya pencegahan tidak hanya menyasar lingkungan permukiman. Edukasi juga dilakukan di berbagai lingkungan yang memiliki aktivitas dan potensi risiko kebakaran, sehingga masyarakat maupun pengelola fasilitas dapat memahami langkah antisipasi sejak awal.

Taufiq menekankan, kondisi lingkungan yang lebih kering membuat sumber api lebih mudah berkembang apabila tidak segera ditangani. Karena itu, masyarakat perlu meningkatkan perhatian terhadap aktivitas sehari-hari yang berhubungan dengan listrik maupun api.

“Masyarakat juga diimbau lebih berhati-hati dalam menggunakan peralatan listrik, api, maupun aktivitas lainnya yang berpotensi menimbulkan kebakaran selama musim kemarau,” tegasnya.

Ia berharap kewaspadaan masyarakat dapat menjadi lapisan pertama dalam mencegah kebakaran. Pemeriksaan instalasi listrik, penggunaan peralatan listrik secara aman, serta memastikan api benar-benar padam setelah digunakan menjadi langkah sederhana yang dapat dilakukan dari rumah.(han)

 

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
kebakaran kota pekalongan damkar kekeringan kemarau