TPA Degayu Terbakar, Bara Api Muncul dari Tumpukan Sampah

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Senin, 2 November 2026 | 07:54 WIB
KEBAKARAN : Warga saat melihat kondisi kebakaran di TPA Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Minggu (1/11/2026).(IST)
KEBAKARAN : Warga saat melihat kondisi kebakaran di TPA Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Minggu (1/11/2026).(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan– Kebakaran di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Degayu, Kecamatan Pekalongan Utara, Kota Pekalongan, Minggu (1/11/2026), menyisakan persoalan yang tak mudah ditaklukkan petugas.

Api yang sempat terlihat padam kembali muncul dari sejumlah titik, diduga karena panas masih tersimpan di bagian bawah gunungan sampah.

Dari lokasi, kepulan asap hitam pekat terlihat membumbung tinggi dan menyelimuti langit di sekitar TPA.

Kobaran api terpantau di sisi timur dan selatan area pembuangan sampah yang berada di kawasan pesisir tersebut.

Petugas gabungan pun harus bekerja lebih keras. Sejumlah armada dikerahkan untuk menjangkau titik-titik api, mulai dari mobil pemadam kebakaran Damkar Kota Pekalongan, kendaraan water cannon Brimob Kalibanger, hingga mobil tangki PDAM.

Baca Juga: GAPEKA 2026, Stasiun Baru Dorong Ekonomi di Wilayah Daop 4

Baca Juga: Wali Kota Aaf Minta Kreativitas Batik Harus Punya Merek

Namun, karakteristik lokasi menjadi tantangan tersendiri. Titik api berada di antara atau di atas tumpukan sampah yang menjulang, sehingga selang pemadam tidak selalu dapat menjangkau sumber panas secara maksimal.

Camat Pekalongan Utara Mohamad Ainur Rofiq mengatakan kondisi kebakaran sempat terkendali, tetapi belum sepenuhnya tuntas. Api masih berpotensi muncul kembali karena panas dapat bertahan di bagian dalam tumpukan sampah.

"Kalau kita lihat dari peristiwa yang ada, memang kondisi TPA saat ini terbakar, tetapi berhasil dipadamkan walaupun belum tuntas," kata Rofiq saat ditemui di lokasi, Minggu (1/11/2026).

Menurut Rofiq, permukaan tumpukan sampah yang terlihat sudah tidak terbakar belum menjadi tanda bahwa seluruh api telah benar-benar padam.

Panas yang tertinggal di bagian bawah dapat kembali memicu kobaran ketika menemukan celah dan suplai udara.

"Ketika api padam, tetapi bagian bawahnya masih ada panasnya, sehingga belum padam secara sempurna," ujarnya.

Baca Juga: Damkar Kota Pekalongan Tangani 74 Kebakaran hingga September

Baca Juga: CT Scan Rp18 Miliar RSUD Bendan Siap Layani Warga Pekalongan

Pantauan di lapangan menunjukkan kondisi kebakaran tidak merata. Di sisi timur, asap hitam masih mengepul disertai kobaran api, sedangkan di bagian selatan asap mulai berubah putih dengan intensitas api yang terlihat menurun.

Kondisi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung lebih lama. Petugas harus memastikan bara di dalam gunungan sampah ikut dikendalikan agar api tidak kembali membesar dan merambat ke area lain.

Hingga Minggu petang, penyebab kebakaran belum diketahui. Pemerintah Kecamatan Pekalongan Utara masih akan berkoordinasi dengan pihak terkait untuk mencari informasi mengenai sumber awal munculnya api.

"Untuk penyebabnya, kami masih belum mengetahui, tetapi akan segera kami koordinasikan," kata Rofiq.

Rofiq menyebut kebakaran di TPA Degayu kali ini menjadi peristiwa yang cukup menonjol selama dirinya bertugas di wilayah Pekalongan Utara. Penanganan melibatkan berbagai unsur, termasuk BPBD, Damkar Kota Pekalongan, serta kendaraan taktis water cannon milik kepolisian.

Sementara itu, warga sekitar turut memantau perkembangan kebakaran. Wahidun (42) mengaku pertama kali mengetahui adanya kebakaran sekitar pukul 11.00 WIB ketika kepulan asap dan kobaran api sudah terlihat dari kawasan TPA.

Kondisi asap yang membubung tinggi membuat warga khawatir apabila kebakaran meluas.

Terlebih, arah pergerakan asap berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar kawasan tersebut.

 

"Kami berharap kebakaran ini bisa lekas padam. Kepulan asapnya cukup tinggi dan tebal. Takutnya kalau kebakaran semakin meluas, apalagi sampai ke seluruh area TPA, asapnya bisa mengganggu aktivitas warga sehari-hari," ujar Wahidun.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
kebakaran tpa Damkar Kota Pekalongan Kebakaran Pekalongan TPA Degayu Pekalongan Utara