Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan– Kabar baik bagi masyarakat Kota Pekalongan yang membutuhkan pemeriksaan medis berteknologi tinggi. RSUD Bendan kini memiliki perangkat Computed Tomography (CT) Scan 64 slice dengan nilai sekitar Rp 18 miliar. Alat canggih bantuan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) ini disiapkan untuk mempercepat diagnosis berbagai penyakit, terutama stroke dan kondisi darurat medis.
Advertisement
Kehadiran fasilitas tersebut menjadi langkah penting dalam meningkatkan kemampuan layanan diagnostik di Kota Pekalongan. Dengan teknologi pencitraan 64 slice, dokter dapat memperoleh gambaran bagian dalam tubuh secara lebih detail sehingga membantu mengidentifikasi gangguan kesehatan secara lebih akurat.
Direktur RSUD Bendan, dr. Dwi Heri Wibawa, menjelaskan pengadaan CT Scan tersebut merupakan bagian dari dukungan Kemenkes setelah RSUD Bendan ditetapkan sebagai rumah sakit pengampu layanan prioritas. Cakupannya meliputi penanganan kanker, jantung, stroke, uronefrologi, serta kesehatan ibu dan anak.
Advertisement
Baca Juga: Cara Batalkan Tiket KAI Lewat HP, Tak Perlu ke Stasiun
Nilai perangkat tersebut diperkirakan mencapai Rp18 miliar. Meski memiliki harga tinggi, RSUD Bendan mendapatkannya melalui bantuan pemerintah pusat sehingga dapat memperkuat fasilitas rumah sakit tanpa pengadaan mandiri.
Nilai perangkat tersebut diperkirakan mencapai Rp18 miliar. Meski memiliki harga tinggi, RSUD Bendan mendapatkannya melalui bantuan pemerintah pusat sehingga dapat memperkuat fasilitas rumah sakit tanpa pengadaan mandiri.
“CT Scan ini kami tempatkan di area IGD untuk mendukung penanganan pasien kecelakaan, stroke, dan kondisi lain yang membutuhkan pemeriksaan segera. Kami berkomitmen menghadirkan pelayanan yang lebih cepat dan aman bagi masyarakat,” ujar dr. Heri, Jumat (30/10/2026).
Keunggulan CT Scan 64 slice terletak pada kemampuannya menghasilkan pencitraan berlapis dengan detail lebih tinggi. Teknologi ini dapat membantu dokter mendeteksi apakah stroke disebabkan perdarahan atau penyumbatan pembuluh darah. Selain itu, pemeriksaan juga dapat digunakan untuk mengevaluasi cedera kepala dan berbagai kelainan pada bagian tubuh lainnya.
Untuk mengoptimalkan penggunaan perangkat tersebut, RSUD Bendan didukung dua dokter spesialis radiologi serta tenaga radiografer terlatih. Pihak rumah sakit juga berupaya menghadirkan tarif pemeriksaan yang lebih terjangkau agar fasilitas tersebut dapat diakses lebih luas oleh masyarakat.
Baca Juga: Deklarasi Sumpah Pemuda Bareng Raffi Ahmad dan Polda Metro, Dihadiri Mahasiswa Bayaran
Tak hanya pasien umum, layanan ini juga diproyeksikan bisa dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan. RSUD Bendan menargetkan pelayanan CT Scan bagi pasien BPJS mulai 1 November 2026, setelah proses pengajuan dan persetujuan dari BPJS Kesehatan rampung.
Tak hanya pasien umum, layanan ini juga diproyeksikan bisa dimanfaatkan peserta BPJS Kesehatan. RSUD Bendan menargetkan pelayanan CT Scan bagi pasien BPJS mulai 1 November 2026, setelah proses pengajuan dan persetujuan dari BPJS Kesehatan rampung.
Dari sisi perawatan, perangkat bantuan Kemenkes tersebut juga dilengkapi garansi selama 10 tahun. Dukungan ini diharapkan menjaga keberlangsungan operasional alat sehingga pelayanan pemeriksaan dapat berjalan secara optimal.
Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab, menyambut kehadiran teknologi medis tersebut sebagai upaya pemerintah daerah mendekatkan fasilitas kesehatan berkualitas kepada masyarakat. Warga kini memiliki alternatif pemeriksaan dengan teknologi lebih canggih tanpa harus pergi ke luar daerah.
“Dengan adanya CT Scan 64 slice ini, masyarakat dapat memperoleh pemeriksaan yang lebih canggih di Kota Pekalongan tanpa harus ke luar kota. Harapannya, penyakit stroke dapat dideteksi lebih dini sehingga penanganannya bisa dilakukan lebih cepat,” terang Balgis.
Menurutnya, penanganan stroke tidak cukup hanya mengandalkan teknologi rumah sakit. Kesadaran masyarakat untuk melakukan pencegahan juga perlu diperkuat, terlebih angka kematian akibat stroke di Kota Pekalongan disebut mencapai 22,6 persen.
Balgis mengingatkan warga agar membiasakan pola makan sehat, rutin berolahraga, serta menjaga pola hidup untuk menekan risiko penyakit. Ia juga mengajak masyarakat memanfaatkan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) sebagai langkah mengetahui kondisi kesehatan sejak dini.
Di sisi lain, peningkatan fasilitas medis harus berjalan beriringan dengan mutu pelayanan dan kompetensi tenaga kesehatan. Balgis meminta rumah sakit memastikan teknologi yang telah tersedia benar-benar memberikan manfaat bagi pasien.
“Harapannya, fasilitas ini dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan membantu masyarakat mendapatkan penanganan medis lebih cepat,” pungkas Balgis.(han)
Advertisement
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement

