Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Puluhan Penjual Lopis, Raup Rejeki Syawalan

Lutfi Hanafi • Selasa, 16 April 2024 | 14:22 WIB
LAYANI PEMBELI : Salah satu penjual lopis khas Pekalongan yang melayani pembeli di jalan Semarang Kota Pekalongan, Senin (15/4/2024).
LAYANI PEMBELI : Salah satu penjual lopis khas Pekalongan yang melayani pembeli di jalan Semarang Kota Pekalongan, Senin (15/4/2024).
 
METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Puluhan penjual lopis khas Pekalongan meraup banyak rezeki pada Lebaran tahun 2024 ini.
 
Makanan yang populer saat perayaan Lebaran di Kota Pekalongan ini, menjadi buruan warga Pekalongan dan sekitarnya.

"Alhamdulillah sejak buka pada 1 Syawal (hari pertama Lebaran), sudah terjual ratusan lopis," kata Azza, pedagang lopis di Jalan Semarang Pekalongan Utara, Senin 15 April 2024.
 
Baca Juga: Satlantas Polres Batang Catat 4 Kecelakaan Selama Mudik Lebaran, 1 Korban Tewas

Dalam sehari, Azza dan suaminya bisa menjual rata-rata 150 hingga 200 lopis. Dengan harga jual, lopis saja Rp 10 ribu.
 
Kalau ditambah gula dan taburan kelapa, harganya jadi Rp 12 ribu, sudah terpotong tinggal makan.

Lopis merupakan makanan yang terbuat dari beras ketan. Bentuknya seperti lontong yang dibungkus dengan daun pisang.
 
Perlu diketahui, tidak sembarangan orang bisa membuat lopis. Lantaran prosesnya cukup lama. Dari proses membungkus hingga mengukus butuh waktu sehari semalam suntuk.
 
Baca Juga: Catat! 13 Titik di Kabupaten Pekalongan Ini Rawan Macet saat Arus Mudik dan Libur Lebaran

Makanya tidak banyak pembuat lopis di Kota Pekalongan.
 
Bahkan, kebanyakan penjual lopis musiman ini memilih kulakan kepada pembuat lopis utama. Mereka tinggal jualan dan setor saja.

Hal ini dibenarkan Fatima, pedagang lopis di Jalan Agus Salim Sorogenen. Dirinya dan sebagian besar penjual lopis, kulakan.
 
Hasilnya jauh lebih hemat, dibanding harus memproduksi sendiri dengan waktu, tenaga, dan biaya lebih besar.

"Kalau saya sehari baru bisa jual 50 sampai 100 lopis saja. Itu sudah Alhamdulillah," ucapnya senang. 

Di Kota Pekalongan, tradisi lopis cukup kental dengan budaya warga Krapyak. Pedagang lopis rata-rata dari daerah ini.
 
Menjelang peringatan Syawalan atau hari ke-8 Lebaran, sepanjang Jalan Krapyak, Jalan Patiunus, Jalan Sultan Agung, Jalan Semarang, Jalan Agus Salim, Jalan Bandung, Jalan Seruni, hingga perbatasan Batang, di wilayah Klego dan sekitarnya. (han/ida) 
Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #lopis #Krapyak #syawalan