Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Jawa Tengah Nasional Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kafe Teman Semeja Suguhkan Nuansa Kolonial Belanda

Magang • Kamis, 10 Juli 2025 | 18:05 WIB
JADUL TAPI KEKINIAN : Cafe Teman Semeja dengan desain vignate ala kolonial Belanda, Kamis (9/7/2025).
JADUL TAPI KEKINIAN : Cafe Teman Semeja dengan desain vignate ala kolonial Belanda, Kamis (9/7/2025).

METROPEKALONGAN.COM, Sragi - Siapa sangka, di tengah kawasan perumahan dinas Pabrik Gula (PG) Sragi yang tenang, berdiri sebuah kafe yang seolah membawa pengunjung kembali ke masa lalu.

Kafe Teman Semeja, namanya. Kafe tersebut menempati bangunan rumah peninggalan zaman kolonial Belanda.

Kafe ini sukses menyulap suasana jadul menjadi destinasi kekinian yang estetik dan nyaman.

Tika Puspitasari, owner dari Teman Semeja, menceritakan, Teman Semeja ini pertama kali berdiri di Comal pada tahun 2020.

Namun sejak 2022, ia memutuskan untuk memindahkan lokasi ke Sragi, tepatnya di rumah dinas nomor 7 milik PG Sragi.

“Karena memang bangunannya asli peninggalan Belanda, saya hanya menambahkan sentuhan artistik dan merenovasi sedikit, agar tetap terasa kolonial tapi juga kekinian. Saya ingin menciptakan tempat ngopi yang bukan hanya enak dari segi rasa, tapi juga memanjakan mata,” ujarnya.

Buka setiap hari mulai pukul 11 siang hingga 11 malam. Menu yang ada di Kafe Teman Semeja mulai dari Rp 15 ribu, dengan menu yang cukup beragam.

Menu andalan di sini antara lain Signature Coffee, Kefir & Yakult, Cah Kayu, Nanas Madu, Merah Delima, Churros, Chicken Katsu, Chicken Manis, Beef Blackpaper, dan Beef Teriyaki.

Qorry Ul Azrul, warga Mrican Sragi, menjadi salah satu pelanggan setia yang sudah lima kali berkunjung.

“Awalnya saya tahu dari Instagram. Begitu melihat fotonya, langsung tertarik. Kafe ini beda dari yang lain. Desain kolonialnya kuat, cocok buat nongkrong estetik. Dan ini satu-satunya coffee shop terdekat dari rumah saya,” ungkapnya.

Kesan pertamanya saat masuk ke Teman Semeja adalah rasa kagum.

“Gak nyangka rumah tua bisa jadi kafe sekeren ini. Menunya juga oke, saya suka kopi susu dan mix platter. Tempat bagus, harga terjangkau, pelayanannya juga ramah banget,” tambahnya.

Kombinasi antara arsitektur kolonial yang autentik, menu kekinian, serta pelayanan yang hangat menjadikan Kafe Teman Semeja bukan sekadar tempat ngopi, tapi juga ruang nostalgia dan inspirasi. (rifkahsaffanah/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kuliner #Kab Pekalongan #Pabrik Gula Sragi