METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Di sebuah gang kecil di Jalan Indragiri, Padukuhan Kraton, Kota Pekalongan, berdiri sebuah Kedai Kopi Welling.
Meski tak semewah kafe kekinian yang menjamur di perkotaan, Welling menawarkan suasana hangat dan dekat. Suasana ini menjadi magnet kuat bagi para penikmat kopi dan pencari suasana santai.
Dikelola langsung oleh sang pemilik, Lutfi, kedai ini hanya berupa bangunan kayu terbuka dengan sentuhan rustic dan tanaman hijau di sekelilingnya.
Di balik meja kecil barista, berjejer toples-toples berisi biji kopi dan rempah-rempah. Aroma kopi dan jahe menyeruak begitu pengunjung melangkah masuk.
Menu andalan yang disajikan pun tak rumit, tapi penuh karakter. Mulai dari kopi tubruk, kopi saring, kopi susu, hingga kopi butter, semua diracik dengan teknik manual brew yang membuat rasa tiap cangkir terasa personal.
Tak hanya kopi, tersedia juga ragam wedang tradisional seperti wedang uwuh, jahe sereh, hingga jahe susu.
Hangatnya minuman berpadu dengan udara sore yang sejuk membuat tempat ini cocok untuk menenangkan pikiran.
“Yang saya cari di sini itu bukan cuma kopinya, tapi suasananya. Bisa ngobrol, menyelesaikan tugas, atau sekadar mikir,” kata Ari, salah satu pengunjung tetap yang datang hampir tiap akhir pekan.
Harga yang ditawarkan pun bersahabat dengan kantong mahasiswa dan pelajar. Pengunjung sudah bisa menikmati segelas kopi panas lengkap dengan suasana tenang dan pelayanan yang ramah.
“Kalau di kafe besar kan kadang berisik, mahal juga. Di sini lebih santai. Walau murah, rasa kopinya tetap enak,” kata Yusuf, 21, mahasiswa yang mengaku tahu Welling dari teman kampusnya.
Welling memang bukan tempat yang mengedepankan visual mewah. Namun, dari kesederhanaannya, menawarkan kehangatan yang membuat orang betah.
Tak jarang, pengunjung datang sendirian dan pulang dengan teman baru setelah mengobrol panjang di meja kayu yang menyatu dengan suasana kedai.
Kedai ini buka setiap hari mulai pukul 16.00 hingga 23.00 WIB. Sore hingga malam menjadi waktu paling ramai.
Sebagian besar pengunjung adalah anak muda dari sekitar Padukuhan Kraton. Namun tak sedikit juga yang datang dari luar kecamatan setelah mendengar cerita mulut ke mulut atau melihat unggahan media sosial.
Di tengah tren kedai kopi yang kerap fokus pada estetika dan branding, Welling tampil berbeda. Sederhana, jujur, dan penuh rasa. Justru dari sanalah pesonanya berasal. (fajrulfalahadiyanto/ida)
Editor : Ida Nor Layla