Ini Kronologi 500 Santri Sidoarjo Diduga Keracunan MBG, Bantah Ada Santri Meninggal

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 10:40 WIB
EVAKUASI : Ratusan santri saat dievakuasi menuju salah satu Rumah sakit di Sidorjo untuk diberikan penagangan lebih lanjut.(IST)
EVAKUASI : Ratusan santri saat dievakuasi menuju salah satu Rumah sakit di Sidorjo untuk diberikan penagangan lebih lanjut.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Sidoarjo – Ratusan santri Pondok Pesantren Manbaul Hikam, Putat, Tanggulangin, Sidoarjo, harus mendapatkan penanganan medis setelah mengalami sejumlah keluhan kesehatan pada Selasa (1/9/2026).

Peristiwa yang diduga berkaitan dengan makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) itu membuat suasana pesantren dan sejumlah rumah sakit di Sidoarjo dipenuhi kepanikan.

Pengurus asrama PP Manbaul Hikam, Ferdiansyah, menjelaskan makanan yang dikonsumsi para santri bukan berasal dari dapur pesantren. Makanan tersebut merupakan paket MBG yang dikirim dari SPPG Kalitengah, Tanggulangin.

“Makanan yang dikonsumsi berasal dari paket MBG pengiriman SPPG Kalitengah,” ujar Ferdiansyah, saat berikan keterang di rumah sakit.

Makanan diterima dan disantap para santri sekitar pukul 13.00 WIB. Pada awalnya, aktivitas berjalan seperti biasa. Para santri masih mengikuti kegiatan pesantren, termasuk melaksanakan salat Ashar.

Beberapa jam kemudian, kondisi mulai berubah. Sekitar pukul 16.00 hingga 16.20 WIB, sejumlah santri mulai mengeluhkan sakit perut, mual, pusing hingga muntah. Keluhan yang awalnya dialami beberapa santri kemudian bertambah dalam waktu relatif singkat.

Baca Juga: HUT Kejaksaan ke-81, PDL Jadi Simbol Siap Melayani

Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Bantu Pekerja Kembali Mandiri

Laporan yang masuk ke UKS unit MTs dan MA semakin banyak. Pengurus pesantren kemudian melakukan penanganan awal sekaligus mengatur proses evakuasi santri yang membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut.

Ambulans pun berdatangan secara bergantian. Para santri dibawa ke sejumlah fasilitas kesehatan di Sidoarjo untuk mendapatkan pemeriksaan dan perawatan. Situasi tersebut turut membuat para orang tua dan wali santri panik.

Di tengah proses penanganan medis tersebut, muncul pula kabar di media sosial yang menyebut adanya santri meninggal dunia. Informasi itu kemudian dibantah oleh pihak pesantren.

 

Ferdiansyah menegaskan tidak ada santri yang meninggal dunia akibat kejadian tersebut. Kabar yang menyebut adanya korban meninggal disebut sebagai informasi tidak benar atau hoaks. “Tidak ada santri yang meninggal dunia,” tegas Ferdiansyah.

Baca Juga: Praperadilan AH Ditolak, Warga dan Keluarga Korban Syukuran

Baca Juga: Java Carnival Fest 2026 Jadi Wadah Potensi Warga Bendan Kergon Pekalongan

Pihak pesantren meminta informasi mengenai kondisi santri disampaikan secara hati-hati agar tidak menambah kepanikan para orang tua. Fokus penanganan saat ini adalah memastikan santri yang mengalami keluhan mendapatkan pemeriksaan dan perawatan sesuai kondisi masing-masing.

Sejumlah wali santri saat kejadian juga mendatangi rumah sakit untuk memastikan kondisi anak mereka. Kedatangan ambulans yang terus berlangsung membuat suasana di beberapa fasilitas kesehatan semakin ramai.

Berdasarkan data penanganan medis terbaru, sekitar 500 santri telah mendapatkan pemeriksaan dan perawatan di delapan rumah sakit. Dari jumlah tersebut, 320 pasien telah diperbolehkan pulang, 65 pasien masih menjalani rawat inap, sementara 115 pasien lainnya masih dalam tahap observasi.

RSUD Notopuro Sidoarjo menjadi fasilitas kesehatan dengan jumlah pasien terbanyak. Sebanyak 334 santri tercatat mendapatkan penanganan di rumah sakit tersebut. Rinciannya, 239 pasien telah diperbolehkan pulang, 92 masih menjalani observasi, dan tiga pasien masih menjalani rawat inap.

Di RSI Siti Hajar tercatat 74 santri mendapat penanganan. Sebanyak 29 pasien menjalani rawat inap, 40 pasien telah diperbolehkan pulang, dan lima lainnya masih menjalani observasi.

Kemudian RSU Aisyiyah Siti Fatimah menangani 47 santri, dengan delapan pasien menjalani rawat inap dan 39 lainnya telah diperbolehkan pulang.

Baca Juga: Rotasi Pejabat, Kapolres Pekalongan Kota Tekankan Humanis

Baca Juga: Kejari Kota Pekalongan Jalin Silaturahmi dan Gelar Pengajian hingga Baksos

RS Delta Surya menangani 20 pasien. Sebanyak 15 masih menjalani rawat inap, satu telah diperbolehkan pulang, dan empat lainnya berada dalam tahap observasi.

Sementara itu, RS Pusura menangani 13 santri yang seluruhnya masih menjalani observasi. RS Pusdik Bhayangkara Porong menangani delapan santri dan seluruhnya menjalani rawat inap.

 

Adapun RS Arafah Anwar Medika menangani tiga santri, dengan dua pasien menjalani rawat inap dan satu pasien telah diperbolehkan pulang. Satu santri lainnya menjalani observasi di RS Anwar Medika.

Kepala RS Bhayangkara Pusdik Porong, Zaid, membenarkan masih terdapat santri yang menjalani perawatan di fasilitas tersebut.

“Sampai pagi ini masih ada 8 santri yang menjalani rawat inap,” kata Zaid.

Sementara itu, penyebab pasti munculnya keluhan kesehatan pada ratusan santri masih belum dapat dipastikan. Pemeriksaan medis dan pengujian sampel makanan menjadi bagian penting untuk mengetahui penyebab kejadian tersebut.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Pondok Pesantren Manbaul Hikam Sidoarjo SPPG keracunan mbg Makan Bergizi Gratis