Capek Dimarahai Anak Istri, Bos Sound Horeg Minta Maaf, Alatnya Kini Mau Dijual

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 11:43 WIB
MINTA MAAF - Bos sound horeg Setyo Budi asal Karanganyar saat minta maaf, usai katakana MUI goblok saat live di TV Nasional baru-baru ini.(IST)
MINTA MAAF - Bos sound horeg Setyo Budi asal Karanganyar saat minta maaf, usai katakana MUI goblok saat live di TV Nasional baru-baru ini.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Karanganyar – Polemik ucapan “goblok” terhadap Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur membuat Setyo Budi Mularso mengambil langkah besar.

Bos sound horeg Aeromax asal Karanganyar itu mengaku kapok dan memilih menjual perangkat sound horeg miliknya.

Keputusan tersebut muncul setelah pernyataannya dalam siaran langsung di televisi nasional viral dan menuai sorotan.

Budi mengaku bukan hanya mendapat kritik dari publik, tetapi juga terus-menerus dinasihati anak dan istrinya di rumah.

“Akhirnya saya putuskan kalau situasi ini sudah normal, biar saja dijual. Dijual itu maknanya lebih spek horeg. Saya kan punya spek konser. Ini yang spek horeg, settingan horeg, saya lebih baik sudah tak perlu lagi,” kata Budi saat dihubungi awak media, Kamis (14/9/2026).

Menurut Budi, teguran dari keluarga menjadi pertimbangan penting. Ia mengaku tak ingin persoalan tersebut kembali membuat suasana di rumah tidak nyaman.

“Daripada saya diceramahi anak istri, otomatis anak istri menasihati 24 jam di rumah. Sudah diberitahu untuk lebih baik yang wajar-wajar saja,” ujarnya.

Baca Juga: Lugman Hidayat, Merajut Persatuan Kota Pekalongan Lewat Bulutangkis

Baca Juga: Mahasiswi Tewas Usai Dicekoki Ekstasi Saat Karaoke

Di balik keputusan menjual sound horeg, Budi juga mengungkap alasan lain. Menurut dia, bisnis sound horeg ternyata tidak terlalu memberikan tambahan penghasilan yang signifikan.

Ia selama ini lebih menikmati sound horeg sebagai bagian dari hobi dan sarana berkumpul bersama saudara maupun teman.

“Di sound horeg ini tidak begitu efektif dan signifikan untuk menambah pundi-pundi rezeki saya. Saya lebih ke hobi dan senang kumpul dengan saudara-saudara,” tuturnya.

Budi kini mengaku ingin membuka lembaran baru. Ia meyakini sumber rezeki tidak hanya berasal dari bisnis sound horeg sehingga dirinya masih bisa menjalankan usaha lain.

Menariknya, meski berencana menjual perangkat sound horeg, Budi justru menyatakan kesediaannya membantu kegiatan keagamaan dan acara yang dinilai membawa manfaat bagi masyarakat.

Bahkan, ia siap mengerahkan perangkat sound secara gratis untuk pengajian di wilayah Solo maupun Karanganyar.

“Kalau ada yang menghendaki, Mas Budi soundnya untuk pengajian di Alun-alun Solo atau Alun-alun Karanganyar, saya berangkatkan. Untuk kemaslahatan kita berangkatkan. Bagi saya untuk sedekah,” ucapnya.

Sebelumnya, Budi menjadi sorotan setelah menyebut MUI Jawa Timur dengan kata “goblok” ketika tampil dalam siaran langsung di sebuah stasiun televisi nasional.

Setelah pernyataan itu viral, Budi menyebut ucapannya sebagai sebuah kekhilafan. Ia kemudian menemui MUI Karanganyar untuk menyampaikan permohonan maaf.

Kini, setelah meminta maaf dan mendapat teguran dari keluarga, Budi memilih mengambil sikap berbeda. Perangkat yang sebelumnya menjadi bagian dari hobinya bahkan dipertimbangkan untuk dilepas, sementara sound tersebut tetap terbuka digunakan untuk kegiatan yang menurutnya membawa kemaslahatan.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
sound horeg Aeromax mui