
METROPEKALONGAN.COM, Jakarta – Malam yang semula dirancang untuk bersenang-senang berubah menjadi tragedi. Seorang mahasiswi berinisial S, 21 tahun, ditemukan meninggal dunia seorang diri di kamar hotel kawasan Duri Kosambi, Cengkareng, Jakarta Barat, setelah sebelumnya mengonsumsi ekstasi dan obat Riklona dalam pesta karaoke di PIK 2.
Peristiwa itu menyeret seorang mahasiswa berinisial ID ke dalam proses hukum. Polisi menetapkan ID sebagai tersangka setelah mengungkap rangkaian kejadian yang bermula dari ajakan karaoke pada Rabu malam, 2 September 2026.
Kapolsek Cengkareng AKP Rahis Fathlillah mengungkapkan, sebelum berangkat karaoke, ID disebut telah menyiapkan ekstasi dan Riklona. Sesampainya di tempat karaoke kawasan PIK 2, ID kemudian mengajak S dan seorang rekannya berinisial ML masuk ke toilet.
"S sempat menolak ketika ditawari ekstasi. Namun, menurut keterangan polisi, korban dan ML akhirnya masing-masing diberi setengah butir ekstasi," ucap Kapolsek, pada Jumat (11/9/2026)
Pemberian ekstasi kembali dilakukan beberapa jam kemudian. S dan ML kembali menerima masing-masing setengah butir.
Baca Juga: Kota Pekalongan Aman dari Abu Anak Krakatau, Tetap Diminta Waspada
Kondisi S kemudian semakin mengkhawatirkan. Setelah sesi karaoke berakhir, ID kembali memberikan dua butir Riklona kepada S dan ML sebelum rombongan bergerak menuju sebuah hotel di kawasan Cengkareng.
Sekitar pukul 03.30 WIB, rombongan tiba di hotel di Jalan Outer Ring Road, Duri Kosambi. Saat itu kondisi S sudah sangat lemas.
Ia bahkan harus dipapah untuk masuk ke hotel. Ketika berada di depan lift, tubuh S sempat terjatuh. Melihat kondisinya, pihak hotel menyediakan kursi roda untuk membawanya menuju kamar.
Di dalam kamar, S kemudian dibaringkan di atas tempat tidur. ID dan rekan-rekannya sempat memberikan susu serta minuman elektrolit dengan harapan kondisinya membaik.
Namun, S hanya mampu meminum sedikit. Pagi harinya, sekitar pukul 09.30 WIB, ID bersama sejumlah rekannya meninggalkan kamar. Mereka disebut pergi karena harus bekerja, sementara S masih dalam kondisi lemas dan ditinggalkan seorang diri.



