Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Yoga Aditya, Atlet Dansa Kota Pekalongan Bercita-Cita Bawa Karya Lokal Mendunia

Lutfi Hanafi • Sabtu, 1 November 2025 | 00:05 WIB
Yoga Aditya Rakhman Atlet IODI Kota Pekalongan
Yoga Aditya Rakhman Atlet IODI Kota Pekalongan

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di balik gerak gemulai dan ritme yang dinamis, tersimpan mimpi besar seorang pemuda asal Kota Pekalongan.

Ia adalah Yoga Aditya Rakhman, 19 tahun, atlet dansa andalan Ikatan Olahraga Dansa Indonesia (IODI) Kota Pekalongan, sekaligus mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta jurusan Pendidikan Seni Tari.

Bagi Yoga, tari bukan sekadar gerak tubuh, tapi bahasa tanpa kata lewat ekspresi dan bentuk cinta terhadap budaya.

“Tari bukan hanya hobi, tapi bagian dari hidup saya. Dari gerak, saya bisa bercerita dan memberikan inspirasi,” tutur Yoga saat diwawancarai, Jumat 31 Oktober 2025.

Kecintaannya terhadap tari tumbuh sejak duduk di bangku SMP, ketika ia ditunjuk sebagai perwakilan lomba tari kreasi.

Dari sanalah ia menyadari bahwa menari bukan sekadar mengikuti irama, melainkan mengolah rasa dan makna. 

“Sejak itu, saya mulai serius belajar. Saya ingin tahu lebih dalam bahwa tari punya filosofi dan pesan yang kuat,” kenangnya.

Kini, di tengah kesibukannya kuliah, Yoga tetap konsisten berlatih. Bahkan bisa tiga kali dalam sehari jika sedang mempersiapkan kompetisi atau pementasan.

Ia menyebutkan, disiplin waktu dan manajemen jadwal menjadi kunci agar antara kuliah dan latihan bisa seimbang.

Menjadi atlet dansa bukan hal mudah, namun bagi Yoga ini adalah kebanggaan sekaligus tanggung jawab besar.

Ia sadar,, setiap kali naik panggung, bukan hanya dirinya yang tampil, tetapi juga nama besar Kota Pekalongan yang ikut dipertaruhkan.

“Setiap gerakan yang saya tampilkan adalah cara saya memperkenalkan potensi seni dan budaya Pekalongan kepada publik luas,” ujarnya penuh semangat.

Dari berbagai lomba yang diikutinya, Yoga kerap menjadi delegasi daerah dalam ajang tingkat provinsi hingga nasional.

Prestasi demi prestasi itu semakin mengokohkan posisinya sebagai salah satu atlet dansa muda berbakat dari Pekalongan.

Bagi Yoga, dunia tari bukan sekadar menampilkan keindahan gerak, melainkan perjalanan panjang yang menuntut kekuatan fisik, mental, dan kreativitas.

“Tantangan terbesar adalah menjaga stamina, ide, dan adaptasi terhadap perkembangan zaman. Tari itu harus hidup, mengikuti perubahan, tapi tetap berakar pada tradisi,” jelasnya.

Untuk mengatasinya, ia rutin belajar baik teori maupun praktik, dan tak ragu mengambil inspirasi dari pelatih sekaligus partnernya, Nova, yang selama ini banyak berperan dalam pembentukan karakter dan teknik menarinya.

Yoga tidak ingin berhenti hanya sebagai atlet. Dalam jangka panjang, ia bermimpi mendirikan komunitas tari tradisional dan modern bagi anak-anak hingga orang dewasa.

Tujuannya sederhana, namun dalam, yakni agar lebih banyak generasi muda mengenal, mencintai, dan melestarikan budaya lokal.

“Saya ingin membuat karya tentang cerita-cerita lokal Pekalongan. Kalau bisa, suatu hari ditampilkan di panggung nasional bahkan internasional,” katanya penuh harap.

Bagi Yoga, setiap langkah dan gerakan di panggung adalah perjalanan reflektif. Saat lelah atau merasa tertekan, ia selalu mengingat kembali perjuangan dan proses panjang yang telah dilalui.

“Setiap proses adalah bagian dari berkembang. Saya percaya, jika dilakukan dengan cinta, tari bisa membawa kita sejauh mimpi,” ucapnya menutup wawancara. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Ikatan Olahraga Dansa Indonesia #kota pekalongan #IODI