METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah kekhawatiran maraknya kenakalan remaja dan penggunaan waktu luang yang kurang produktif, Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan memilih langkah berbeda.
Ratusan bocah dan remaja diajak mengasah kemampuan berpikir, strategi, serta sportivitas melalui Turnamen Catur Yunior Wali Kota Cup Kota Pekalongan 2026 yang digelar di Aula Balai Latihan Kerja (BLK), Sabtu 13 Juni 2026.
Event ini diikuti sekitar 100 peserta dari berbagai kelompok usia, tidak sekadar menjadi arena adu kecerdasan di atas papan catur.
Turnamen ini juga diproyeksikan sebagai wadah pembinaan atlet muda sekaligus sarana mengarahkan generasi muda pada kegiatan positif di luar jam sekolah.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid menegaskan, pemerintah terus berupaya menyediakan ruang bagi anak-anak dan remaja untuk menyalurkan minat serta bakat mereka.
Menurutnya, kegiatan seperti turnamen olahraga, seni, hingga kompetisi pelajar menjadi cara efektif untuk menjauhkan generasi muda dari berbagai perilaku negatif.
"Yang terpenting anak-anak memiliki aktivitas yang bermanfaat. Jika mereka memiliki wadah untuk mengembangkan bakat, maka energi dan kreativitasnya bisa tersalurkan ke arah yang positif," kata wali kota yang akrab disapa Mas Aaf usai membuka turnamen.
Ia mengungkapkan, Pemkot Pekalongan selama ini terus mendukung berbagai kegiatan kepemudaan, mulai dari Wali Kota Cup, Kapolres Cup, hingga berbagai kompetisi yang digelar sekolah.
Upaya tersebut merupakan bagian dari pembinaan karakter sekaligus investasi jangka panjang dalam mencetak generasi berprestasi.
Menurutnya, pembinaan atlet tidak boleh berhenti pada pencapaian prestasi semata. Regenerasi harus terus dilakukan agar cabang olahraga tetap memiliki atlet-atlet potensial di masa mendatang.
"Kita memiliki lebih dari 40 cabang olahraga. Prestasi penting, tetapi pembinaan atlet usia dini juga harus menjadi prioritas agar prestasi itu terus berkelanjutan," tambahnya.
Ketua Persatuan Catur Seluruh Indonesia (Percasi) Kota Pekalongan, Rangga Setya Nugraha, menjelaskan, turnamen tahun ini menjadi bagian dari proses penjaringan atlet menuju Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Jawa Tengah (Jateng).
Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya, peserta kali ini dibagi berdasarkan kategori usia mulai U-9 hingga U-17.
Mayoritas peserta berasal dari kalangan pelajar SD dan MI yang mulai menunjukkan potensi besar di cabang olahraga catur.
Tak hanya membawa pulang trofi dan piagam penghargaan yang ditandatangani Wali Kota Pekalongan, para juara juga memiliki kesempatan naik kelas ke tingkat yang lebih tinggi.
Juara pertama di setiap kategori akan difasilitasi mengikuti Kejuaraan Provinsi Jateng yang dijadwalkan berlangsung pada 23–27 Juni 2026 di Sukoharjo.
Melalui turnamen ini, Kota Pekalongan berharap lahir generasi pecatur muda yang mampu bersaing di level regional hingga nasional.
Lebih dari itu, papan catur diharapkan menjadi ruang belajar bagi anak-anak untuk melatih kesabaran, konsentrasi, serta kemampuan mengambil keputusan, bekal penting dalam menghadapi tantangan masa depan.
"Tujuan utama kegiatan ini adalah memperkuat pembibitan atlet catur, membangkitkan semangat para pecatur muda, sekaligus memberikan ruang kompetisi yang sehat bagi mereka," tutup Rangga. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla