Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Kemenag Tawari Sekolah Gratis kepada Tomi, Bocah Yatim Piatu yang Rumahnya Terancam Disita Bank

Lutfi Hanafi • Kamis, 20 Juni 2024 | 15:41 WIB

SILATURAHMI: Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, saat mengunjungi langsung anak yatim, yang rumahnya terancam disita bank, di Perumahan Tanjung, Minggu (16/6/2024)
SILATURAHMI: Kepala Kemenag Kota Pekalongan, Kasiman Mahmud Desky, saat mengunjungi langsung anak yatim, yang rumahnya terancam disita bank, di Perumahan Tanjung, Minggu (16/6/2024)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Pekalongan memberikan sekolah gratis kepada anak yatim piatu yang diwarisi utang oleh almarhum kedua orang tuanya.

Adalah Tomi Taufiqurrohman, 15, asal Perumahan Tanjung, Tirto, Kabupaten Pekalongan yang hidup sebatang kara.

Kepala Kemenag Kota Pekalongan Kasiman Mahmud Desky merasa prihatin dengan keberadaan anak yatim piatu yang sedang menghadapi kesulitan.

Lantaran rumah peninggalan orang tua terancam disita bank, karena sebelum meninggal orang tuanya sempat melakukan utang bank.

"Saya pribadi merasa prihatin dengan adik Tomi yang baru lulus SMP. Tentunya patut diberikan perhatian agar tetap bisa melanjutkan sekolah," ujarnya saat menjenguk di kediaman Tomi di Perumahan Tanjung, Minggu 16 Juni 2024.

Kasiman menyebutkan, secara pribadi dan kelembagaan berniat membantu pendidikan Tomi Taufiqurrohman.

Pihaknya menawarkan masuk ke sekolah di bawah naungan Kemenag Kota Pekalongan, seperti di Madrasaha Aliyah Negeri (MAN) 1 atau MAN 2.

Pihaknya berjanji akan berkomunikasi dengan jajaran pengurus MAN agar bisa dibebaskan dari segala biaya. Kalaupun nanti ada yang harus dibayar, maka akan dicarikan Solusi. Bahkan dirinya pribadi siap membantu.

"Saya berharap adik Tomi ini ada di asrama, sehingga tidak perlu lagi bolak-balik ke rumah,” ucap Kasiman.

Kasiman memastikan kebutuhan anak semata wayang pasangan Alm. Bambang Iriyanto dan Almh. Wiwi Sugiyanti bisa dibantu. Untuk itu, dirinya secara pribadi datang menemui yang bersangkutan di rumahnya.

“Kami ikhtiari dulu secara maksimal. Karena ini memang butuh perhatian dan betul-betul anak yatim piatu," kata Kasiman

Terkait persoalan utang yang berakibat ancaman penyitaan rumah oleh bank, bukan kewenangannya dalam menjawab.

"Saya berharap tidak ada penyitaan, karena rumah ini merupakan harta satu-satunya yang tersisa. Seharusnya jadi milik ahli waris," serunya.

Perlu diketahui, Tomi Taufiqurrohman yang hidup sebatang kara ini harus menerima kenyataan rumah peninggalan orang tuanya terancam disita bank.

Setelah tiga kali menerima surat peringatan dan pemanggilan yang ditujukan kepada almarhum ibu kandungnya. Ternyata semasa hidupnya pernah mengajukan pinjaman utang untuk usaha konveksi.

Sebelumnya, paman Tomi, sempat mendatangi bank dan memberitahukan bahwa kedua orang yang bersangkutan sudah meninggal.

Namun pihak bank, tetap ngotot minta agar ada pembayaran utang, sehingga muncul surat peringatan untuk pengambilalihan rumah. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#Kasiman Mahmud Desky #sekolah gratis #Kemenag Kota Pekalongan