Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

SMAN 3 Kota Pekalongan Ajak Siswa Terapkan Nilai Budaya Jawa Lewat Ghasta Fest

Lutfi Hanafi • Jumat, 18 Oktober 2024 | 17:35 WIB
Ghasta Fest SMAN 3 Kota Pekalongan ajang kolaborasi seni dan budaya dalam Program P5
Ghasta Fest SMAN 3 Kota Pekalongan ajang kolaborasi seni dan budaya dalam Program P5

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Di tengah terik matahari, para siswa SMAN 3 Kota Pekalongan, sibuk mempersiapkan karya terbaiknya dalam kegiatan Ghasta Gest di Lapangan Basket SMAN 3 Kota Pekalongan, Rabu 16 Oktoner 2024.

Gelaran Ghasta Fest merupakan bagian dari program Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5).

Terutama untuk memadukan pendidikan dengan nilai-nilai budaya lokal serta membentuk generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan siap menghadapi tantangan masa depan.

Ketua Sekolah Adipangastuti SMAN 3 Kota Pekalongan, Shyam Bintoro Aji, menjelaskan, Ghasta Fest merupakan manifestasi dari penerapan Kurikulum Merdeka melalui program P5.

Kegiatan ini melibatkan seluruh siswa dari kelas 10, 11, hingga 12, dengan berbagai proyek yang berbeda.

Kelas 10 menampilkan karya buku, puisi, dan geguritan hasil karya mereka sendiri.

Kelas 11 menampilkan poster dan kata-kata mutiara yang dibingkai.

Sementara kelas 12 menggelar pementasan drama.

Shyam Bintoro Aji selaku guru bahasa Jawa di sekolah tersebut menambahkan, acara tersebut bukan sekadar ajang pamer kreativitas, tetapi juga mencerminkan upaya sekolah dalam menanamkan nilai-nilai Hasta Laku, delapan karakter luhur budaya Jawa, seperti gotong royong, tepa selira, dan tanggung jawab.

"Nilai-nilai ini kami integrasikan dalam setiap proyek yang dilakukan siswa, terutama di kelas 12 yang banyak terlibat dalam seni budaya dan bahasa Jawa," jelas Shyam.

Ghasta Fest kali ini semakin istimewa dengan kehadiran berbagai pihak yang turut mendukung, mulai dari komite sekolah, perwakilan Dinas Sosial Kota Pekalongan, hingga tamu undangan dari Solo.

Salah satu yang hadir adalah LB-PAR, lembaga yang mendampingi Sekolah Adipangastuti dalam pengembangan karakter siswa melalui nilai-nilai Hasta Laku.

Dukungan finansial dari Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) serta kontribusi siswa dan komite sekolah, memastikan setiap peserta dapat mengekspresikan diri secara maksimal.

"Kami ingin setiap siswa bisa memetik pembelajaran dari setiap proyek yang mereka kerjakan," tambah Shyam.

Ketua Ghasta Fest, Danu Pratama Wiratmoyo dari kelas 12, mengungkapkan, acara ini merupakan kolaborasi antara nilai-nilai luhur budaya Jawa dan kreativitas siswa.

"Kami menerapkan budaya gotong royong dalam persiapan acara ini, mulai dari koordinasi antarkelas hingga pelaksanaan kegiatan. Setiap kelas menampilkan karya yang berbeda dan unik, dengan drama sebagai puncak acara," jelasnya.

Menurut Danu, Ghasta Fest telah menjadi tradisi di SMAN 3 Kota Pekalongan dan selalu dinantikan oleh siswa setiap tahun.

"Ini adalah kesempatan bagi kami untuk menunjukkan kreativitas sekaligus menjaga warisan budaya Jawa melalui proyek-proyek yang kami buat," tambahnya dengan penuh antusias.

Selain menampilkan kreativitas siswa, Ghasta Fest juga menjadi momen untuk meresmikan SMAN 3 Kota Pekalongan sebagai Sekolah Siaga Kependudukan, Sekolah Adipangastuti, Sekolah Berintegritas, dan Sekolah PIK-R (Pusat Informasi dan Konseling Remaja).

Acara ini tidak hanya memuaskan secara akademis, tetapi juga berhasil menyentuh sisi emosional dan kultural para peserta.

Dengan semangat kebersamaan dan dukungan penuh dari sekolah serta komite, Ghasta Fest tahun ini membuktikan bahwa pendidikan berbasis budaya dapat menjadi sarana penting untuk mencetak generasi muda yang kreatif, berkarakter, dan siap bersaing di masa depan. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #SMAN 3