METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Perubahan zaman dan derasnya arus teknologi menuntut dunia pendidikan terus beradaptasi.
Karena itulah, guru dan kepala sekolah mendapatkan bimbingan teknis (Bimtek) tentang bimbingan konseling (BK) dan parenting.
Acara yang dilaksanakan Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Pekalongan ini diikuti sebanyak 133 peserta pada 4–8 November 2025 di Aula Pusdiklat Kospin Jasa. Pesertanya terdiri atas kepala sekolah dan guru SD hingga SMP, baik negeri maupun swasta.
Kepala Bidang Pendidik dan Tenaga Kependidikan Dindik Kota Pekalongan, Moch. Ubaidillah menegaskan pentingnya sinergi antara sekolah dan keluarga dalam mendukung pendidikan anak.
“Guru bisa mendampingi anak di sekolah, tapi peran orang tua di rumah tak kalah penting. Melalui materi parenting ini, kami ingin membangun kolaborasi yang lebih kuat antara sekolah dan keluarga,” katanya, Jumat 7 November 2025.
Bimtek ini dibagi dalam dua sesi besar, kepala sekolah mengikuti pelatihan 4–7 November, sementara guru BK dan wali kelas 10 menyusul pada 8–9 November.
Tidak hanya teori, para peserta juga akan dievaluasi penerapan ilmunya di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, Pemkot Pekalongan berharap, sekolah tak hanya menjadi tempat belajar akademis, tapi juga ruang tumbuhnya nilai-nilai moral dan keluarga yang harmonis di tengah gempuran teknologi modern.
Wali Kota Pekalongan HA Afzan Arslan Djunaid turut menjadi pemateri dalam kegiatan ini. Ia menyoroti perubahan besar dalam pola belajar akibat perkembangan teknologi.
“Kemajuan teknologi mengubah cara anak belajar dan berinteraksi. Guru harus mampu beradaptasi, menjadi fasilitator yang kreatif dan relevan dengan kebutuhan generasi kini,” tegas wali kota yang akrab disapa Mas Aaf.
Menurutnya, peningkatan kompetensi guru kini tidak cukup hanya dengan penguasaan materi ajar, melainkan juga pemahaman terhadap karakter siswa yang cenderung lebih individual dan bergantung pada gawai.
“Kami ingin, guru tidak sekedar mengajar, tapi membentuk karakter siswa agar tangguh, kreatif, dan berakhlak mulia,” tambahnya.
Selain Mas Aaf, turut menjadi narasumber Plt Kepala Dindik Mabruri, Ulul Azam S.Psi, dan Dr. Shinta M.Si.
Mereka membahas strategi konseling efektif, pola komunikasi orang tua-guru, hingga pembentukan karakter positif di tengah tantangan digitalisasi. (han/ida)