METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Minat masyarakat terhadap layanan pendidikan di Satuan Kegiatan Belajar (SKB) Kota Pekalongan terus meningkat seiring semakin lengkapnya fasilitas dan penguatan kualitas pembelajaran.
Pada Tahun Ajaran 2026, Program Paket C menjadi jenjang pendidikan kesetaraan yang paling banyak diminati warga, memperlihatkan tingginya kebutuhan masyarakat untuk melanjutkan pendidikan hingga setara SMA.
Hingga pertengahan Juli 2026, sebanyak 96 peserta didik telah mendaftarkan diri di berbagai program pendidikan yang diselenggarakan SKB Kota Pekalongan. Penerimaan peserta didik baru masih berlangsung hingga Agustus mendatang selama kuota masih tersedia.
Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala SKB Kota Pekalongan, Lisa Anggraeni, menjelaskan jumlah pendaftar terdiri atas 10 peserta PAUD, 7 peserta Paket A Reguler, 6 peserta Paket A Inklusi, 33 peserta Paket B, dan 40 peserta Paket C.
Data tersebut menunjukkan Paket C menjadi program dengan jumlah peminat tertinggi pada tahun ini.
"Pendaftaran masih kami buka sampai Agustus selama kuota tersedia. Untuk kelas reguler terbuka bagi masyarakat dari mana saja, sedangkan kelas inklusi diperuntukkan bagi warga Kota Pekalongan yang memiliki SKTM," ujar Lisa saat dikonfirmasi, Minggu (19/7/2026).
Meningkatnya jumlah peserta didik tidak lepas dari upaya SKB Kota Pekalongan dalam memperkuat fasilitas belajar. Sejak 2025, lembaga pendidikan nonformal tersebut memperoleh tambahan tiga ruang kelas baru, satu unit toilet, serta Papan Internet Digital (PID) yang dimanfaatkan untuk mendukung proses pembelajaran berbasis teknologi.
Meski berstatus pendidikan nonformal, SKB tetap menerapkan standar akademik dalam proses pembelajaran.
Setiap peserta didik harus memenuhi kriteria yang telah ditetapkan untuk kenaikan kelas maupun kelulusan.
Tidak hanya berfokus pada pendidikan kesetaraan, SKB Kota Pekalongan juga terus memperkuat keterampilan vokasional bagi peserta didik. Berbagai pelatihan seperti barista dan menjahit telah rutin dilaksanakan.
Tahun ini, SKB kembali memperoleh bantuan sarana dan prasarana untuk pembelajaran tata boga melalui pengadaan peralatan praktik yang akan semakin memperkaya pilihan keterampilan bagi warga belajar.
Baca Juga: MPLS di Kota Pekalongan, Ratusan Siswa Baru Diajak Tanam 1.000 Mangrove di Pesisir Degayu
Dalam kegiatan belajar mengajar, para tutor menerapkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan usia serta karakteristik peserta didik, mulai dari anak usia dini, remaja hingga warga belajar dewasa. Pendekatan tersebut menjadi salah satu faktor yang membuat proses belajar lebih efektif dan mudah diterima.
Saat ini SKB Kota Pekalongan didukung oleh 21 tenaga pendidik yang terdiri atas tiga pamong belajar, 14 tutor, tiga Guru Pendamping Khusus (GPK), serta satu guru PAUD untuk memastikan layanan pendidikan berjalan optimal.
Lisa berharap peningkatan fasilitas dan kualitas layanan mampu mendorong semakin banyak lulusan SKB melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
"Tahun sebelumnya sudah ada lulusan yang diterima melalui beasiswa di Undip dan IWIMA. Kami berharap tahun ini semakin banyak lulusan yang bisa melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi," tutupnya.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com