METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan - Gelak tawa anak-anak memenuhi Aula Kelurahan Jenggot, Kota Pekalongan, Senin (27/7/2026). Wajah-wajah mungil tampak berbinar ketika mereka saling menyapa, bernyanyi, mewarnai, hingga berani tampil di depan teman-temannya.
Begitulah cara Guyub PAUD se-Kelurahan Jenggot memaknai Hari Anak Nasional 2026, bukan sekadar melalui perlombaan, tetapi dengan menghadirkan ruang yang membuat setiap anak merasa diterima, dihargai, dan bahagia.
Mengusung tema Cakrawala, singkatan dari Ceria, Kreatif, Ramah, Welas Asih, dan Berakhlak, kegiatan tersebut menjadi pengingat bahwa masa kanak-kanak adalah waktu terbaik untuk menanamkan karakter melalui pengalaman yang menyenangkan. Di tempat itu, anak-anak tidak hanya belajar, tetapi juga mengenal arti kebersamaan.
Sebanyak 36 peserta dari jenjang TK, Kelompok Bermain, dan RA mengikuti beragam aktivitas yang dirancang sesuai dunia mereka.
Ada yang dengan percaya diri melafalkan surat-surat pendek Al-Qur'an dan doa sehari-hari, ada pula yang larut menyanyikan lagu wajib dan lagu daerah.
Sementara di sudut lain, tangan-tangan kecil sibuk memainkan warna dalam lomba mewarnai yang dipenuhi imajinasi.
Baca Juga: KAI Daop 4 Semarang Pertahankan Ketepatan Waktu Nyaris 100 Persen
Tidak ada wajah murung di antara mereka. Bahkan setiap peserta pulang membawa suvenir sebagai bentuk apresiasi atas keberanian dan semangat yang telah ditunjukkan. Sebab, dalam Guyub PAUD, setiap anak adalah pemenang.
Di tengah riuhnya kegiatan, sosok kecil bernama Naufal Fawwaz menjadi salah satu potret semangat Hari Anak Nasional.
Bocah berusia lima tahun dari RA Masyithoh II Yapensa Jenggot itu maju ke depan dengan percaya diri untuk menghafalkan Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, serta doa sebelum makan yang telah ia latih bersama ibunya di rumah.
"Tadi menghafal Surat An-Nas, Al-Falaq, Al-Ikhlas, sama doa mau makan. Berani maju dan tidak takut," katanya sambil tersenyum.
Baca Juga: Persija Tegaskan Posisi Shin Tae-yong Aman, Bantah Rumor Sanksi 10 Tahun dari KFA
Mewakili Bunda PAUD Kota Pekalongan, Ketua II TP PKK Kota Pekalongan, Hj. Astuti Miyatani, menilai kegiatan seperti ini memiliki arti penting dalam mendukung tumbuh kembang anak pada masa emas kehidupannya.
Menurutnya, pembelajaran yang menyenangkan akan membentuk karakter anak menjadi pribadi yang kreatif, berakhlak, sekaligus siap menghadapi tantangan di masa depan.
"Melalui kegiatan ini, kita berharap anak-anak tumbuh menjadi insan yang berakhlak mulia, kreatif, dan memiliki daya tahan menghadapi tantangan perkembangan zaman," tuturnya.
Bunda PAUD Kelurahan Jenggot, Arviana Adi Susetyo, mengatakan Guyub PAUD bukan hanya menjadi rangkaian peringatan Hari Anak Nasional, melainkan juga wadah untuk mengasah kemampuan, keberanian, serta rasa percaya diri anak sejak usia dini.
Baca Juga: Polres Pekalongan Kota Siagakan Personel 24 Jam, Warga Diminta Jangan Ragu Lapor Gangguan Keamanan
Baca Juga: Nurul Arifin Meminta Jangan Ada Akal-akalan Operator Selular Untuk Siasati Putusan MK
Menurutnya, pengalaman tampil di depan umum dan berinteraksi dengan teman-teman dari berbagai lembaga pendidikan akan menjadi bekal penting dalam proses tumbuh kembang mereka.
"Kami berharap kegiatan ini mampu membentuk generasi yang berkarakter, kreatif, berakhlak, dan memiliki pola pikir maju," ungkapnya.
Hal senada disampaikan Lurah Jenggot, Adi Susetyo. Baginya, yang terpenting bukan siapa yang menjadi juara, melainkan bagaimana anak-anak bisa menikmati masa kecilnya dengan bermain, belajar, dan bersosialisasi dalam lingkungan yang aman.
"Ini bukan sekadar ajang perlombaan. Kami ingin anak-anak saling mengenal, saling berinteraksi, merasa senang, dan tumbuh dalam lingkungan yang aman serta menyenangkan," tuturnya semangat.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com