METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Upaya meningkatkan mutu pendidikan di Kota Pekalongan terus dilakukan melalui penguatan kapasitas para guru dan fasilitator pendidikan.
Pelatihan yang berlangsung pada 27, 29, dan 31 Juli 2026 di Aula B Dinas Pendidikan Kota Pekalongan tersebut diikuti 42 peserta.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Pekalongan, Mabruri, menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen bersama untuk memperkuat kualitas sumber daya manusia di bidang pendidikan.
"Guru yang terus belajar akan mampu menghadirkan pembelajaran yang berkualitas dan berdampak bagi peserta didik. Karena itu, kami mendorong seluruh peserta untuk terus melakukan refleksi dan pengembangan diri demi kemajuan pendidikan di Kota Pekalongan," ujar Mabruri, Selasa (28/7/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Mabruri juga menyampaikan tiga pesan penting kepada seluruh peserta sebagai penguatan implementasi Program PINTAR di Kota Pekalongan.
Kedua, para peserta diharapkan menjadi bagian penting dalam menyukseskan Gerakan Hari Belajar Guru sebagai budaya belajar berkelanjutan di lingkungan sekolah.
Ketiga, seluruh guru diminta menjadikan proses belajar sebagai kebutuhan profesional yang tidak pernah berhenti.
Sementara itu, Regional Lead Tanoto Foundation Jawa, Anang Ainur Roziqin, menekankan pentingnya peran fasilitator daerah sebagai agen perubahan di lingkungan pendidikan.
"Fasilitator daerah bukan hanya pendamping, tetapi juga penggerak perubahan yang mampu mendorong lahirnya inovasi dan budaya belajar di sekolah," katanya.
Program PINTAR sendiri merupakan bentuk kolaborasi antara Dinas Pendidikan Kota Pekalongan dan Tanoto Foundation yang berfokus pada peningkatan kualitas pembelajaran, penguatan manajemen sekolah, serta pengembangan kapasitas tenaga pendidik secara berkelanjutan.
Melalui pelatihan Refresher TOT FASDA ini, sebut Mabruri, para peserta diharapkan semakin siap menjadi motor penggerak perubahan di sekolah masing-masing.
Sumber : metropekalongan.com