Rencana tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang dipimpin Wakil Wali Kota Pekalongan bersama Bapperida, Dinas Pendidikan, Kantor Kementerian Agama, dan sejumlah pemangku kepentingan di Ruang Rapat BPKAD Setda Kota Pekalongan, Kamis (30/7/2026).
Wakil Wali Kota Pekalongan menjelaskan, wacana pembangunan SMA Negeri baru berangkat dari banyaknya masukan masyarakat, khususnya warga Pekalongan Barat, yang selama ini menghadapi kendala saat Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) karena keterbatasan daya tampung sekolah negeri dan sistem zonasi.
Baca Juga: Lagi Enak Makan Bakso, Pasutri Otak Komplotan Begal Modus Kencan MiChat Dibekuk Polisi
"Setiap pelaksanaan penerimaan murid baru, kami menerima banyak keluhan dari masyarakat Pekalongan Barat yang mengalami kendala masuk SMA Negeri karena faktor zonasi. Karena itu, bersama Bapak Wali Kota kami mengkaji pendirian SMA di wilayah barat agar akses pendidikan lebih merata dan berkeadilan," ujarnya.
Saat ini, Pemkot mulai menyusun kajian menyeluruh yang mencakup kebutuhan peserta didik, kapasitas sekolah, kesiapan lahan, hingga aspirasi masyarakat sebagai dasar pengajuan pendirian SMA Negeri kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Tidak hanya itu, pemerintah juga merancang pendirian Sekolah Khusus Olahraga yang diharapkan menjadi wadah pembinaan atlet usia sekolah. Kehadiran SKO diyakini mampu mengembangkan potensi generasi muda Pekalongan agar mampu berprestasi di tingkat regional maupun nasional tanpa mengabaikan pendidikan akademik.
Menurut Wakil Wali Kota, kedua program tersebut bukan untuk menjadi pesaing sekolah swasta. Sebaliknya, pemerintah ingin memperluas pilihan pendidikan sekaligus memastikan seluruh masyarakat memperoleh kesempatan yang sama dalam mengakses pendidikan berkualitas.
"Semangat kami adalah memberikan pelayanan pendidikan yang adil dan merata. SMA di wilayah Pekalongan Barat diharapkan menjawab kebutuhan akses, sementara SKO menjadi ruang bagi generasi muda untuk mengembangkan potensi dan prestasi olahraga," jelasnya.
Pemkot Pekalongan akan terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan agar kajian yang disusun benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat. Hasil kajian tersebut nantinya menjadi dasar pengajuan pendirian SMA Negeri baru dan Sekolah Khusus Olahraga kepada Pemerintah Provinsi Jawa Tengah.
Apabila terealisasi, kedua program ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang bagi pemerataan pendidikan sekaligus memperkuat ekosistem pembinaan olahraga di Kota Pekalongan, sehingga aspirasi masyarakat dapat diwujudkan melalui kebijakan yang berdampak nyata bagi generasi mendatang.(han/dit)
Editor : Adityo Dwi RiyantotoSumber : metropekalongan.com