Kuliah Ekonomi Syariah di UM Bandung Dibekali Kesiapan Hadapi Era AI

Nanang Rendi Ahmad • Dipublikasikan Rabu, 5 Agustus 2026 | 09:02 WIB
Gedung UM Bandung. (Dok. UM Bandung).
Gedung UM Bandung. (Dok. UM Bandung).

METROPEKALONGAN.COM – Program Studi (Prodi) Ekonomi Syariah kini menawarkan prospek karier yang semakin luas. Lulusannya tidak lagi hanya identik dengan dunia perbankan syariah, tetapi juga dibutuhkan di industri halal, fintech syariah, lembaga zakat, hingga sektor ekonomi digital yang berkembang pesat.

Menjawab kebutuhan tersebut, Prodi Ekonomi Syariah Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menghadirkan sistem pembelajaran yang adaptif terhadap perkembangan teknologi, termasuk kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).

Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga dibekali pengalaman praktik, kompetensi profesional, serta karakter Islamic Technopreneurship.

Ketua Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung Yudistia Teguh A. Fikri menjelaskan, proses pembelajaran dikemas melalui project based learning, studi kasus, simulasi akad syariah, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, magang, hingga kunjungan industri.

"Mahasiswa tidak hanya mempelajari teori, tetapi memperoleh pengalaman lapangan sehingga lebih siap menghadapi kebutuhan dunia kerja," ujarnya.

Menurut Yudistia, kurikulum juga mengintegrasikan nilai Al-Islam Kemuhammadiyahan (AIK), literasi digital, serta pemanfaatan AI secara bijak.

AI diposisikan sebagai alat untuk meningkatkan produktivitas akademik, bukan menggantikan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.

Ia menilai tantangan ekonomi global, percepatan digitalisasi, dan berkembangnya industri halal justru membuka peluang besar bagi lulusan ekonomi syariah.

Dunia kerja kini membutuhkan sumber daya manusia yang adaptif, memiliki literasi digital, berjiwa wirausaha, sekaligus memahami prinsip-prinsip syariah.

Prospek karier lulusan pun semakin beragam, mulai dari perbankan syariah, BMT, koperasi, pegadaian dan fintech syariah, industri halal, lembaga zakat dan wakaf, konsultan maupun auditor syariah, instansi pemerintah, regulator, akademisi, peneliti, hingga menjadi entrepreneur berbasis syariah.

Pengalaman tersebut dirasakan Retno Widiarti, mahasiswa Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung yang baru menyelesaikan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Baznas.

Selama magang, ia terlibat dalam perencanaan penghimpunan dana, penyusunan konten edukasi, membangun kemitraan dengan perusahaan, hingga penyaluran bantuan kepada masyarakat.

"Saya semakin yakin bahwa ekonomi syariah bukan hanya konsep di ruang kelas, tetapi mampu memberikan solusi nyata bagi persoalan sosial dan ekonomi masyarakat," tuturnya.

Melalui kurikulum yang adaptif, kolaborasi dengan dunia industri, sertifikasi kompetensi, serta penguatan karakter Islamic Technopreneurship, Prodi Ekonomi Syariah UM Bandung berkomitmen mencetak lulusan yang siap menjadi profesional, inovator, maupun entrepreneur di era ekonomi digital.(web/nra)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : Metro Pekalongan
ekonomi syariah Universitas Muhammadiyah Bandung UM Bandung Era AI