METROPEKALONGAN.COM, Batang – Wilayah Alas Roban di Kecamatan Gringsing, Kabupaten Batang, Jawa Tengah, menyimpan banyak kisah para tokoh terkemuka.
Meski dikenal dengan kepemilikan hutan yang angker hingga kini. Bahkan di era penjajahan Belanda, sering dijadikan tempat persembunyian pejuang kemerdekaan.
Salah satunya, Syekh Abdurrohman Subkhi atau lebih dikenal dengan sebutan Wali Subuh. Pejuang dari Mataram Islam ini diketahui berperang melawan penjajah Belanda di daerah Alas Roban bersama para prajuritnya.
Dalam penyamarannya supaya tidak diketahui musuh, Syekh Abdurrohman Subkhi menyamar sebagai petani. Bahkan agar lebih menyakinkan, bersama pengikutnya mendirikan pondok pesantren di perkampungan wilayah hutan jati Desa Sentul.
Dari pondoknya inilah, Syekh Abdurrohman menyusun rencana dan strategi perang sekaligus syiar agama Islam untuk masyarakat setempat.
“Dari literasi yang kami miliki turun temurun, Syekh Abdurrohman Subkhi sebenarnya berasal dari Aceh. Namun mengabdikan diri di Kerajaan Mataram Islam,” kata Ketua Pengurus Makam Syech Abdurrohman Subkhi Achmad Sajidin kepada Metropekalongan.Com.
Awal mulanya, warga kampung setempat tidak paham dengan keberadaan Syech Abdurrohman Subkhi dan para pengikut yang mendirikan pondok pesantren di tengah hutan. Hingga pada suatu ketika, ada penduduk yang lewat saat waktu subuh untuk berangkat ke ladang.
Warga kala itu melihat Syekh Abdurrohman sedang menunaikan salat Subuh bersama para santri atau pengikutnya. Dan sejak saat itu, masyarakat memanggilnya dengan sebutan Wali Subuh.
"Syekh Abdurrohman Subkhi atau Mbah Wali Subuh ini mempunyai karomah yang ditujukan untuk orang-orang yang mempunyai hati bersih. Banyak pejabat yang datang untuk berdoa di makamnya," kata Achmad Sajidin.
Setiap tanggal 23 Rajab kalender Jawa, di makam tersebut selalu diperingati haul yang dihadiri banyak pengunjung. Selain itu, setiap hari Selasa Pon dan Jum'at Legi diadakan selapanan rutin.
"Minimnya data membuat kami tidak bisa melacak jati diri beliau yang sebenarnya. Keturunannya pun tidak kami ketahui,” lanjut Achmad Sajidin.
Lokasi makam Syekh Abdurrohman Subkhi terletak di tengah hutan jati Perhutani, tidak jauh dari Jalan Alternatif Alas Roban. Untuk sampai ke lokasi makam, pengunjung harus melewati celah tebing padas.
Dari celah itu melewati jalan setapak lebih kurang 300 meter untuk sampai makam.
Kondisi makam terawat dengan baik dan sudah dilengkapi dengan musala, toilet, serta pondok untuk menginap bagi para musafir yang singgah.
Listrik dan air PDAM juga sudah terpasang berkat bantuan para jamaah yang kerap berziarah ke makam tersebut.
Di kompleks makam itu, selain Syekh Abdurrohman Subkhi, juga ada dua makam lain yang mengapit. Konon keduanya adalah makam pengawal beliau yang selalu melindungi setiap terjadi peperangan.
Achmad Sajidin berharap, makam Syech Abdurrohman Subkhi bisa terdaftar sebagai situs religi sehingga kelak menjadi destinasi wisata religi juga.
"Kami dan pihak Perhutani sudah merintis dan mendaftarkannya. Semoga tidak lama lagi bisa diakui," tutup Achmad Sajidin. (han/ida)
Editor : Ida Nor Layla