Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Malam Ini Pekalongan Batik Night Carnival 2024 Kembali Dihelat, Usung Keindahan Batik dalam 4 Benua Dunia

Lutfi Hanafi • Jumat, 11 Oktober 2024 | 19:18 WIB
BERPOSE: Peserta Pekalongan Batik Night Carnival dari SMPN 2 Kota Pekalongan saat mengikuti sesi penilaian kostum di GOR Jetayu, Kamis (10/10/2024).
BERPOSE: Peserta Pekalongan Batik Night Carnival dari SMPN 2 Kota Pekalongan saat mengikuti sesi penilaian kostum di GOR Jetayu, Kamis (10/10/2024).

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Pekalongan Batik Night Carnival meramaikan Kota Pekalongan pada Jumat malam ini 11 Oktober 2024.

Kemeriahan spektakuler dalam rangka memeriahkan Hari Batik Nasional (HBN) 2024 yang mengusung tema Gempita Cahya Bhumi ini, digelar di Kawasan Budaya Jetayu Kota pekalongan.

Acara spektakuler yang digelar oleh Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dinparbudpora) Kota Pekalongan ini, mengusung tema Gempita Cahya Bhumi, yang menonjolkan keindahan batik dalam empat benua dunia.

Kepala Dinparbudpora Kota Pekalongan, Sabaryo Pramono, menjelaskan, tema tahun ini memiliki makna mendalam. Menonjolkan keindahan batik dalam empat benua dunia.

Batik Pekalongan diibaratkan sebagai cahaya. Yakni sebuah titik terang dalam kehidupan masyarakat yang tidak hanya menjadi sumber penghidupan, tetapi juga kebebasan, harapan, dan tradisi yang kaya akan cerita.

"Perjalanan Batik Pekalongan dari waktu ke waktu memberikan pelajaran hidup yang sarat makna dan harapan berkesinambungan," kata Sabaryo, Kamis 10 Oktober 2024.

Dengan mengeksplorasi keindahan dan keberagaman dari empat benua, yakni Asia+Australia, Eropa, Amerika, dan Afrika, Batik Pekalongan mampu menjelma menjadi sebuah mahakarya yang luar biasa. Berbagai persiapan pun telah dilakukan.

Penampilan peserta karnaval akan menonjolkan kostum-kostum unik yang sesuai dengan tema yang diusung.

“Hingga penutupan pendaftaran, tercatat sebanyak 37 peserta telah terdaftar. Mereka terdiri atas 8 SD, 10 SMP, 5 SMA, dan 14 peserta dari kategori umum. Selain itu, beberapa Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga akan turut menampilkan kostum batik unik,” jelasnya.

Sabaryo menegaskan, Pekalongan Night Batik Carnival adalah media penting untuk menampilkan pesona kolaborasi antara batik Pekalongan dan kebudayaan dunia.

“Batik Pekalongan sudah mendunia dan diakui sebagai bagian dari Kota Kreatif Dunia. Kami bangga bisa terus mempromosikan batik ini dalam berbagai bentuk seni, termasuk melalui karnaval ini," jelasnya.

Seperti tahun-tahun sebelumnya, rute karnaval akan berjalan dari Jetayu menuju Jalan Diponegoro (depan Coffee and Beyond). Pelaksanaannya sengaja malam hari untuk menghindari cuaca panas serta menambah eksotisme tampilan kostum peserta.

Dalam ketentuan karnaval, peserta diwajibkan menggunakan batik tulis atau cap dengan motif khas Pekalongan seperti Jlamprang, Buketan, 3 Negeri, Liris, dan Benji, yang harus menutupi 70 persen kostum.

Sisanya, 30 persen, dapat menggunakan bahan pendukung lain dan elemen pencahayaan. Peserta juga diminta untuk menyertakan deskripsi singkat terkait tema kostum yang dipakai.

"Penilaian akan meliputi kesesuaian desain dengan tema, kreativitas, penampilan, dan deskripsi cerita kostum. Kami berharap karnaval ini menjadi ajang promosi budaya batik yang semakin mendunia," pungkas Sabaryo. (han/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kota pekalongan #Pekalongan Batik Night Carnival #batik