
METROPEKALONGAN.COM, Semarang– Rasa aman menjadi bagian penting dalam setiap perjalanan kereta api. Untuk memastikan pelanggan dan petugas terlindungi dari ancaman pelecehan seksual, PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 4 Semarang memperkuat edukasi, pengawasan, dan mekanisme pelaporan melalui Talkshow Anti-Pelecehan Seksual di Stasiun Semarang Tawang, Kamis (22/10/2026).
Bersama Komunitas Railfans Daop 4, kegiatan ini menjadi ruang edukasi bagi masyarakat untuk mengenali bentuk pelecehan seksual, memahami langkah pencegahan, serta berani melaporkan kejadian yang dialami maupun disaksikan. Upaya tersebut sekaligus menegaskan komitmen KAI untuk menciptakan lingkungan perkeretaapian yang aman, nyaman, dan menghormati setiap individu.
Talkshow menghadirkan AKP Yuni Utami, Ps. Kanit 2 Subdit 1 Ditres PPA-PPO Polda Jawa Tengah, Umi Kharisma Wati, mahasiswa Universitas Diponegoro sekaligus perwakilan pengguna jasa kereta api, serta Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif.
Baca Juga: TPA Degayu Kota Pekalongan, 3 Sanksi Tuntas, 4 Berlanjut
Diskusi tersebut mengulas pencegahan pelecehan seksual, perlindungan terhadap korban, hingga pentingnya keterlibatan masyarakat dalam menjaga keamanan selama perjalanan. Sebab, menciptakan ruang publik yang bebas dari pelecehan bukan hanya tanggung jawab petugas, melainkan juga membutuhkan kepedulian seluruh pengguna layanan.
Suasana edukasi turut diwarnai pembagian bunga mawar kepada pelanggan sebagai simbol kepedulian. Selain itu, peserta diajak mengikuti sosialisasi anti-pelecehan seksual dan menandatangani petisi pada banner sebagai bentuk dukungan terhadap perjalanan kereta api yang aman serta saling menghormati.
Baca Juga: Bukan untuk Halau Demonstran, Water Cannon Polisi Suplai Air Warga Kota Pekalongan
Manager Humas KAI Daop 4 Semarang, Luqman Arif, menegaskan bahwa perusahaan tidak memberikan toleransi terhadap segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan perkeretaapian.
“Bagi KAI, keselamatan dan rasa aman pelanggan maupun petugas merupakan prioritas. Kami ingin memastikan setiap orang dapat melakukan perjalanan dengan tenang, tanpa rasa takut terhadap tindakan pelecehan seksual,” ujar Luqman.
Ia menjelaskan, KAI terus memperkuat edukasi, meningkatkan kesiapsiagaan petugas, serta memastikan setiap laporan ditindaklanjuti secara serius. Penanganan dilakukan dengan mengutamakan keselamatan dan privasi korban.
Luqman juga mengajak masyarakat agar tidak memilih diam ketika mengalami atau menyaksikan dugaan pelecehan seksual. Keberanian melapor dinilai penting agar kejadian dapat segera ditangani sesuai prosedur.
Komitmen memperkuat perlindungan tersebut juga didorong oleh hasil evaluasi internal KAI Daop 4 Semarang. Sepanjang Januari hingga 21 Oktober 2026, tercatat lima kejadian dugaan tindakan asusila di lingkungan operasional Daop 4.



