
METROPEKALONGAN.COM, Spanyol – Kecepatan menjadi salah satu senjata yang membuat Daijiro Chirino menarik perhatian. Bek UD Almería yang memiliki darah keturunan Maluku tersebut mampu mencatatkan kecepatan lari maksimal 34,10 kilometer per jam dalam kompetisi sepak bola Spanyol.
Catatan tersebut menjadi gambaran kemampuan fisik pemain berusia 24 tahun itu. Bukan hanya mengandalkan kemampuan membaca permainan, Chirino juga mempunyai modal kecepatan untuk mengantisipasi serangan lawan maupun membantu pergerakan tim dari sisi pertahanan.
Namanya pun mulai ramai diperbincangkan pencinta sepak bola Indonesia. Selain tampil di kompetisi Eropa, Chirino memiliki garis keturunan Indonesia dari keluarga ibunya yang berasal dari Saparua dan Negeri Ihamahu, Maluku.
Baca Juga: Nilai Baggott Meroket 500 Persen, Mengapa Malah Dicadangkan?
Pada musim 2026/2027, Chirino menunjukkan kontribusi bersama UD Almería yang berlaga di Segunda División atau kasta kedua Liga Spanyol.
Berdasarkan data statistik musim yang dihimpun, ia telah tampil dalam sembilan pertandingan dengan total 478 menit bermain. Dari kesempatan tersebut, Chirino berhasil mencetak satu gol dan belum mencatatkan assist.
Salah satu penampilan terbaiknya terjadi ketika Almería menghadapi CD Leganés pada 11 Oktober 2026. Dalam pertandingan yang berakhir dengan kemenangan 3-0 tersebut, Chirino turut menyumbangkan satu gol.
Ia bermain selama 71 menit dan memperoleh rating 8,2 dari FotMob. Catatan tersebut menjadi salah satu penampilan yang menonjol sepanjang musim berjalan.
Kecepatan maksimal 34,10 km/jam juga menjadi salah satu atribut fisik yang mendapat perhatian. Angka tersebut diperlihatkan melalui publikasi performa fisik pemain oleh akun resmi UD Almería.
Keunggulan Chirino tidak hanya terletak pada kecepatan. Pemain kelahiran Zwolle, Belanda, itu juga memiliki fleksibilitas dalam menjalankan peran di lini belakang.
Posisi utamanya adalah bek kanan. Namun, ia juga dapat ditempatkan sebagai bek tengah sesuai kebutuhan permainan.



