
METROPEKALONGAN.COM, Inggris – Nilai pasar Elkan Baggott mengalami lonjakan luar biasa. Bek Timnas Indonesia tersebut kini dibanderol 1,2 juta euro atau sekitar Rp23 miliar, meningkat 500 persen dibandingkan valuasi sebelumnya yang hanya 200 ribu euro.
Kenaikan sebesar 1 juta euro itu menjadi catatan menarik dalam perjalanan karier Baggott. Berdasarkan data Transfermarkt, peningkatan nilai pasarnya terjadi setelah ia ikut mengantarkan Timnas Indonesia meraih gelar juara FIFA ASEAN Cup 2026 pada awal Oktober lalu.
Namun, di balik angka fantastis tersebut, tersimpan situasi yang cukup kontras. Ketika nilai pasarnya sedang menanjak, kesempatan Baggott untuk merumput bersama klubnya, Millwall FC, justru semakin terbatas.
Baca Juga: Mees Hilgers Comeback, Sinyal Kuat untuk Timnas Indonesia
Hingga awal November 2026, pemain bertinggi badan 196 sentimeter itu tercatat mengoleksi delapan penampilan bersama Millwall di seluruh kompetisi musim 2026/2027. Rinciannya, enam pertandingan di EFL Championship dan dua laga di Piala Liga Inggris atau Carabao Cup.
Dari total delapan penampilan tersebut, Baggott baru tiga kali dipercaya sebagai starter dengan akumulasi 334 menit bermain. Ia belum mencatatkan gol maupun assist.
Khusus di EFL Championship, Baggott mengumpulkan 154 menit bermain dari enam penampilan. Catatan statistiknya meliputi akurasi operan 82 persen, 10 sapuan bola, satu intersep, serta rata-rata rating 6,27.
Situasi Baggott di Millwall semakin menarik perhatian karena ia belum memperoleh kesempatan bermain lagi sejak kembali dari tugas membela Timnas Indonesia. Dalam lima pertandingan terakhir, bek berusia 24 tahun tersebut lebih banyak menghabiskan waktu di bangku cadangan.
Bahkan ketika Millwall menghajar Derby County dengan skor 4-1 pada Sabtu (31/10/2026), Baggott tidak mendapatkan kesempatan turun ke lapangan. Ia hanya menyaksikan kemenangan timnya dari pinggir lapangan.
Penampilan terakhirnya di EFL Championship tercatat pada 19 September 2026, sebelum bergabung dengan skuad Garuda untuk agenda internasional. Sejak itu, kesempatan bermain di kompetisi liga belum kembali menghampirinya.
Pelatih Millwall, Alex Neil, disebut lebih mempercayakan posisi bek tengah kepada pemain senior seperti Jake Cooper dan Charlie Taylor. Pilihan tersebut berkaitan dengan upaya menjaga kestabilan pertahanan ketika Millwall sedang berusaha mempertahankan tren positif.



