Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

Aaf Apresiasi Atlet Pekalongan, 14 Emas Berhasil Dipertahankan

L
Penulis: Lutfi Hanafi❯

Advertisement

APRESIASI : Walikota Aaf selalu hadir dalam beberapa kesempatan saat atletnya berjuang dalam Porprov 2026 kemarin.(IST)
APRESIASI : Walikota Aaf selalu hadir dalam beberapa kesempatan saat atletnya berjuang dalam Porprov 2026 kemarin.(IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Target belum sepenuhnya tercapai, tetapi perjuangan para atlet Kota Pekalongan di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Tengah 2026 tetap mendapat apresiasi.

Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid atau akrab disapa Aaf, menyampaikan penghargaan atas kerja keras seluruh kontingen yang telah berjuang membawa nama daerah di ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.

Advertisement


Bertanding di wilayah Semarang Raya pada 25-31 Oktober 2026, kontingen Kota Pekalongan berhasil mengumpulkan 37 medali. Rinciannya, 14 medali emas, 11 perak, dan 12 perunggu. Dengan hasil tersebut, Kota Pekalongan menempati peringkat ke-21 dari total 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

Advertisement

Baca Juga: Jenson Seelt Pernah Tolak Timnas, Kini di Swansea

Meski belum memenuhi target yang ditetapkan, Aaf menilai capaian tersebut tetap patut diapresiasi. Terlebih, jumlah medali emas yang berhasil dibawa pulang masih sama dengan perolehan pada penyelenggaraan Porprov sebelumnya.


"Memang capaian ini sepertinya belum sesuai target, tetapi jumlah medali emas kita masih sama dengan tahun sebelumnya, yakni 14 emas. Ada beberapa faktor yang perlu menjadi perhatian, termasuk persaingan antarkota dan kabupaten di Jawa Tengah yang semakin merata," tuturnya saat dikonfirmasi, Kamis (5/11/2026).


Di balik capaian 37 medali tersebut, ada sejumlah kejutan yang menjadi catatan positif bagi perkembangan olahraga Kota Pekalongan. Beberapa cabang olahraga (cabor) yang sebelumnya belum terlalu menonjol kini mampu menunjukkan kemampuan dan menyumbangkan medali.


Kickboxing dan esports, misalnya, berhasil menyumbangkan medali perak. Sementara itu, Ikatan Olahraga Dancesport Indonesia (IODI) tampil mencuri perhatian dengan raihan tiga medali emas.


Menurut Aaf, semakin beragamnya cabang olahraga penyumbang medali menunjukkan bahwa potensi atlet Kota Pekalongan mulai tersebar di berbagai bidang. Kondisi ini menjadi modal penting untuk memperkuat pembinaan dan memperluas peluang prestasi pada kompetisi mendatang.

Baca Juga: Satlantas Pekalongan Kota Siaga Atur Arus Pagi di 6 Titik

Ia juga menyoroti banyaknya atlet yang masih berusia muda. Dengan pembinaan yang lebih terarah dan persiapan lebih panjang, para atlet tersebut diharapkan mampu mencapai performa terbaik ketika kembali berlaga di Porprov berikutnya.

"Banyak pemain kita yang masih berusia muda. Mudah-mudahan pada Porprov mendatang mereka sudah berada di usia matang, dengan persiapan yang lebih baik sejak sekarang. Saya tetap optimistis atlet-atlet yang belum berkesempatan meraih medali emas, perak, maupun perunggu bisa meningkatkan prestasinya pada Porprov berikutnya," ungkapnya.


Tidak ingin berhenti pada apresiasi, Pemerintah Kota Pekalongan juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap hasil keikutsertaan kontingen dalam Porprov 2026.

Aaf menyebut evaluasi tersebut akan melibatkan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Dinas Pariwisata, Kebudayaan, Kepemudaan dan Olahraga (Dinparbudpora).


Pembahasan akan diarahkan pada perbaikan pola pembinaan, pemetaan cabang olahraga potensial, peningkatan kualitas atlet, hingga dukungan sarana dan prasarana.

Langkah ini dinilai penting agar persiapan menuju Porprov selanjutnya tidak dilakukan secara mendadak, melainkan melalui program pembinaan yang berkelanjutan.

Baca Juga: PSSI Tak Lagi Prioritaskan Pemain Dari Belanda, Ini Alasannya

Kabar baik lainnya, Pemkot Pekalongan memastikan bonus bagi atlet peraih medali Porprov 2026 akan dicairkan pada tahun ini. Saat ini, skema pemberian bonus masih dimatangkan bersama Dinparbudpora dan KONI dengan mempertimbangkan kategori perolehan medali, baik perorangan maupun beregu.


Aaf berharap hasil Porprov 2026 tidak hanya menjadi catatan perolehan medali, tetapi juga menjadi bahan pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan olahraga di Kota Pekalongan.

Ia mengajak atlet, pelatih, dan pengurus cabang olahraga menjadikan pengalaman kali ini sebagai pijakan untuk memperbaiki kekurangan dan meningkatkan prestasi.


"Harapannya, dengan persiapan yang lebih terarah, dukungan fasilitas, serta evaluasi berkelanjutan, Kota Pekalongan mampu meraih prestasi yang lebih baik pada ajang olahraga mendatang," tandas Aaf.(han)

Advertisement

Artikel Terkait

Duduki Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi, KONI Siapkan Evaluasi Besar

Duduki Peringkat 30 Porprov Jateng 2026, Bupati Batang Tetap Apresiasi, KONI Siapkan Evaluasi Besar

Hasil positif belum berpihak kepada kontingen Kabupaten Batang di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVII Jawa Tengah 2026. Meski menargetkan masuk 10 besar, Batang harus mengakhiri kompetisi di peringkat ke-30.

Kota Semarang Juara Umum Porprov Jateng 2026, Kedu Raya Tuan Rumah Edisi 2030

Kota Semarang Juara Umum Porprov Jateng 2026, Kedu Raya Tuan Rumah Edisi 2030

Porprov Jateng 2026 Berakhir, Lima Daerah di Kedu Raya Disiapkan Jadi Tuan Rumah 2030

Batang Tutup Porprov Jateng dengan Perolehan 31 Medali, Duduki Peringkat 30

Batang Tutup Porprov Jateng dengan Perolehan 31 Medali, Duduki Peringkat 30

Kontingen Kabupaten Batang menutup perhelatan Porprov XVII Jawa Tengah 2026 dengan menempati posisi ke-30 dari 35 kabupaten dan kota. Berdasarkan pembaruan data per 30 Oktober 2026 pukul 18:38, kontingen Kabupaten Batang

Advertisement

Berita Terkini

Advertisement
Advertisement

Populer