Berita Kota Pekalongan Kab. Pekalongan Kab. Batang Ekonomi Bisnis Haji Hiburan Hukum dan Kriminal Kesehatan Kuliner Olahraga Opini Pemerintahan Politik Pendidikan Sosial dan Budaya Teknologi Wisata

Markas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan Digeruduk Relawan Ganjar-Mahfud, Menuding Ada Caleg Berkhianat

Nanang Rendi Ahmad • Sabtu, 9 Maret 2024 | 07:11 WIB
POLITIK: Relawan Ganjar-Mahfud saat aksi damai di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/3/2024).
POLITIK: Relawan Ganjar-Mahfud saat aksi damai di DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan, Jumat (8/3/2024).


METROPEKALONGAN.COM, Kajen - Markas DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan digeruduk relawan Ganjar-Mahfud, Jumat 8 Maret 2024.

Mereka menuding ada seorang calon legislatif (caleg) dari PDI Perjuangan yang berkhianat dan tidak turut memenangkan capres-cawapres nomor urut 03.

Para relawan ini menduga, salah seorang caleg di Dapil IV Kabupaten Pekalongan tidak melaksanakan instruksi partai.

Mereka mendasari Surat Edaran dari DPP PDI Perjuangan Nomor 5775/IN/XII/DPP/2023 yang mengatur tentang perolehan suara caleg yang harus linier dengan suara Ganjar-Mahfud.

"Sedangkan suara salah satu caleg ini, di desanya, jomplang dengan suara Pak Ganjar-Mahfud," tegas Kuasa Hukum Tim Relawan Nusantara Satu Center Ganjar-Mahfud Kabupaten Pekalongan Andi Agus.

Ia menjelaskan, dalam surat edaran itu ada ketentuan caleg yang suaranya tidak linier dengan capres-cawapres 03, pelantikannya sebagai anggota dewan akan dipertimbangkan secara khusus oleh partai.

"Maka dari itu kami datang menuntut sikap DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan untuk mempertimbangkan itu," ucapnya.

Relawan bahkan menuding caleg tersebut telah ingkar dan berkhianat terhadap partai.

Sebab saat masa kampanye, ada baliho besar bergambar caleg tersebut yang justru berdampingan dengan gambar Prabowo-Gibran. Bukan Ganjar-Mahfud. 

"Kami berkesimpulan, ini adalah sebuah bentuk pengkhianatan. Buktinya, dia tidak melaksanakan instruksi partai. Dan dibuktikan lagi dengan jumlah suara yang jomplang. Kami, relawan merasa diingkari," ungkapnya.

Informasi didapat, caleg yang dimaksud ialah Slamet Nurudin. Ia merupakan mantan Kepala Desa Kebonrowo Pucang, Kecamatan Karangdadap.

Saat dikonfirmasi, Nurudin mengatakan, baliho tersebut merupakan buatan salah seorang warganya yang memang menyatakan diri mendukungnya.

Namun warga ini, kata Nurudin, ngefans (menggemari) Prabowo. Nurudin juga mengiyakan baliho itu memang terpasang di teras rumah warga tersebut. 

"Hanya terpasang di situ. Tidak di mana-mana. Sudah pernah saya omongi. Tapi wong itu warga, bukan pengurus partai, bukan relawan, dia juga nyetak baliho itu sendiri, terus saya suruh ngapain?" ujarnya.

Nurudin juga menjelaskan soal tulisan "RRA" yang ada pada baliho tersebut. Tulisan itu, kata dia, merupakan brand atau merk usaha si warga.

"Itu semacam brand. Si warga ini memang punya usaha batu bata. Dulu dia punya truk juga tulisannya RRA. Jadi itu brand usaha dia. Bukan nama atau singkatan relawan saya. Itu atas nama dia sendiri," terangnya.

Nurudin menampik dirinya berkhianat terhadap instruksi partai. Buktinya, kata dia, dalam pamflet-pamflet resmi yang ia cetak selalu menampangkan gambar Ganjar-Mahfud.

"Tapi soal kalah atau menang kan urusan lain," ucapnya.

Ia juga menilai tuntutan relawan di DPC PDI Perjuangan tidak pas. Sebab, jelas dia, dalam surat edaran partai, yang dimaksud ialah suara caleg harus linier dengan suara Ganjar-Mahfud di zonasi yang telah ditentukan.

"Sedangkan di zonasi saya, 15 desa, total suara saya enam ribu. Sementara Pak Ganjar-Mahfud 10 ribu. Jadi bukan dilihat dari desa saya saja. Instruksinya suara se-zonasi, bukan satu desa," jelasnya. 

Sementara itu Ketua DPC PDI Perjuangan Kabupaten Pekalongan Riswadi mengapresiasi aksi relawan. Menurutnya, aksi relawan itu merupakan bentuk kepedulian pada partai.

"Kami akan tampung dan sampaikan ke provinsi dan pusat. Tapi soal suara Pak Nurudin ini, kalau secara zonasi sebenarnya dia masih di bawah perolehan Pak Ganjar-Mahfud," ucapnya. (nra/ida)

Editor : Ida Nor Layla
#kabupaten Pekalongan #slamet nurudin #Riswadi #relawan ganjar mahfud #dpc pdi perjuangan