Ganti Kalapas, Persoalan Rob di Lapas Pekalongan Berlanjut

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 17:37 WIB
TANDA TANGAN : Kalapas lama dan baru Pekalongan saat tanda tangan serah terima jabatan di aula setempat, pada Kamis (27/8/2026). (IST)
TANDA TANGAN : Kalapas lama dan baru Pekalongan saat tanda tangan serah terima jabatan di aula setempat, pada Kamis (27/8/2026). (IST)

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Estafet kepemimpinan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Pekalongan bergulir. Teguh Suroso resmi meninggalkan jabatan sebagai Kalapas Pekalongan dan mendapat amanah baru memimpin Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta.
 
Tongkat kepemimpinan itu kini berada di tangan Prayitno. Sebelumnya, Prayitno dipercaya memimpin Lapas Kelas IIA Tembilahan, Riau, dan pernah menjabat sebagai Kalapas Kendal.
 
Serah terima jabatan sekaligus acara pamit kenal digelar di Lapas Kelas IIA Pekalongan, Kamis (27/8/2026). Namun, pergantian sosok di kursi pimpinan tersebut tidak serta-merta menghapus pekerjaan rumah yang masih menghadang.
 
Salah satunya adalah persoalan genangan air akibat banjir rob yang selama ini menjadi tantangan bagi Lapas Pekalongan.
 
Selama memimpin Lapas Pekalongan, Teguh Suroso mengakui persoalan genangan air menjadi salah satu tantangan yang harus dihadapi bersama jajarannya.
 
 

Berbagai langkah telah dilakukan untuk menjaga aktivitas di dalam lapas tetap berjalan.
 
Di antaranya dengan membangun tanggul serta meninggikan sejumlah blok yang dinilai membutuhkan perlindungan dari genangan.
 
Upaya tersebut dilakukan agar kondisi lingkungan lapas tidak mengganggu aktivitas pembinaan maupun kehidupan sehari-hari warga binaan.
 
Teguh berharap langkah yang sudah dirintis selama kepemimpinannya tidak berhenti setelah dirinya berpindah tugas.
 
"Kami berharap berbagai upaya dan program yang telah berjalan dapat terus dilanjutkan oleh kepemimpinan berikutnya," ujar Teguh.
 
Kini, persoalan tersebut menjadi bagian dari tantangan yang harus dihadapi Prayitno sebagai Kalapas Pekalongan yang baru.
 
 
Baca Juga: Remaja Kota Pekalongan Diajari Menulis Cerpen Kearifan Lokal

Prayitno menyatakan akan melanjutkan berbagai program yang telah berjalan. Tidak hanya soal penanganan genangan, ia juga menaruh perhatian besar terhadap pembinaan warga binaan.
 
Menurutnya, pembinaan merupakan bagian penting dari tugas pemasyarakatan. Warga binaan tidak hanya menjalani masa pidana, tetapi juga harus dipersiapkan agar nantinya mampu kembali dan diterima di tengah masyarakat.
 
Untuk menjalankan tugas tersebut, Prayitno menyadari bahwa lapas tidak bisa bekerja sendirian.
 
"Di Lapas Pekalongan ini tanpa dukungan dan kerjasama, saya tidak bisa berbuat apa-apa. Untuk membangun lapas yang lebih maju perlu dukungan dari semua pihak," katanya.
 
Ia pun memastikan persoalan genangan air akan tetap menjadi perhatian. Langkah yang telah dilakukan pada masa kepemimpinan sebelumnya akan menjadi pijakan untuk mencari solusi yang lebih baik.
 
Harapannya, lingkungan Lapas Pekalongan ke depan dapat semakin aman, nyaman, sekaligus mendukung pelaksanaan pembinaan warga binaan.
 
Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Nur Priyantomo atau akrab disapa Nur Pri yang hadir dalam acara tersebut menilai pergantian Kalapas bukan sekadar pergantian pejabat.
 
Menurut dia, estafet kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi sekaligus proses regenerasi.
 
Kehadiran pemimpin baru diharapkan membawa energi, gagasan, dan semangat baru dalam menjalankan tugas pemasyarakatan.
 
 
Baca Juga: BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan Edukasi Jaminan Pensiun dan Manfaat Layanan Tambahan

"Pergantian pemimpin diharapkan membawa semangat baru, gagasan baru, serta penguatan terhadap pelaksanaan tugas dan fungsi pemasyarakatan," kata Nur Pri.
 
Ia juga memberikan apresiasi kepada Teguh Suroso atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, dan pengabdiannya selama memimpin Lapas Pekalongan.
 
Berbagai capaian yang telah diraih, menurutnya, tidak lahir dari kerja seorang kepala lapas semata. Ada kontribusi seluruh jajaran, dukungan pemerintah daerah, aparat penegak hukum, serta berbagai stakeholder lainnya.
 
Kepada Prayitno, Nur Pri menyampaikan ucapan selamat datang dan selamat menjalankan amanah sebagai Kalapas Pekalongan.
 
Ia berharap kepemimpinan baru mampu membawa Lapas Pekalongan semakin berkembang, sekaligus memperkuat hubungan dengan Pemerintah Kota Pekalongan dan seluruh instansi terkait.
 
Sebab, tantangan yang dihadapi Lapas Pekalongan cukup kompleks. Di satu sisi, pembinaan warga binaan harus terus diperkuat.
 
Di sisi lain, aspek keamanan, pelayanan, hingga persoalan lingkungan seperti genangan akibat rob juga membutuhkan perhatian berkelanjutan.
 
"Keberhasilan Lapas Pekalongan pasti banyak didukung dari semua pihak. Oleh karena itu, sinergi dan kolaborasi yang sudah terjalin harus terus diperkuat," tegas Nur Pri.(han)
Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
KALAPAS PEKALONGAN Lapas Narkotika Kelas IIA Yogyakarta rob lapas pekalongan lapas pekalongan