Harpelnas 2026, Direksi hingga KacabBPJS Ketenagakerjaan Layani Peserta

Lutfi Hanafi • Dipublikasikan Jumat, 4 September 2026 | 16:24 WIB
MELAYANI : Jajaran manajemen BPJS Ketenagakerjaan, dari direktur hingga kepala kantor cabang saat melayani peserta, di KC Pekalongan, pada Jumat (4/9/2026). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)
MELAYANI : Jajaran manajemen BPJS Ketenagakerjaan, dari direktur hingga kepala kantor cabang saat melayani peserta, di KC Pekalongan, pada Jumat (4/9/2026). (Lutfi Hanafi/Jawa Pos Metro Pekalongan)

 

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan – Peringatan Hari Pelanggan Nasional (Harpelnas) 2026 di Kota Pekalongan berlangsung dengan cara berbeda. Jajaran manajemen BPJS Ketenagakerjaan, mulai dari direktur hingga kepala kantor cabang, turun langsung menemui dan melayani peserta.

Kehadiran jajaran pimpinan tersebut menjadi bentuk komitmen BPJS Ketenagakerjaan untuk mendekatkan pelayanan sekaligus mendengar langsung kebutuhan peserta. Momentum Harpelnas tidak hanya diisi seremoni, tetapi juga pelayanan, penyerahan santunan, perluasan kepesertaan, hingga pemberdayaan penerima manfaat.

Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, Agung Nugroho, saat mengunjungi Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Pekalongan, Jumat (4/9/2026), berinteraksi langsung dengan peserta yang tengah mengurus klaim, baik melalui layanan tatap muka maupun kanal daring.

Menurut Agung, keterlibatan langsung jajaran manajemen menjadi kesempatan untuk melihat sekaligus merasakan pengalaman peserta ketika mengakses layanan jaminan sosial ketenagakerjaan.

Baca Juga: Aaf Kawal Isu Fiskal, dari TKD hingga DAU dan DAK di Forum APEKSI

Baca Juga: Kemarau Melanda, Polres Pekalongan Salurkan Air Bersih Warga Antusias

“Harpelnas bukan sekadar seremoni. Kami ingin hadir lebih dekat, mendengar kebutuhan peserta, sekaligus memastikan pelayanan dan perlindungan yang kami berikan benar-benar dirasakan manfaatnya,” ujar Agung.

Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Agung bersama Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Nur Priyantomo dan Dekan UIN turut menyerahkan santunan kepada ahli waris peserta yang meninggal dunia.

Agung menilai manfaat jaminan sosial ketenagakerjaan memiliki peran penting bagi keluarga pekerja. Ketika pencari nafkah menghadapi risiko kerja maupun meninggal dunia, manfaat perlindungan diharapkan mampu membantu menjaga keberlangsungan ekonomi keluarga.

Tak hanya memberikan santunan, BPJS Ketenagakerjaan juga memperluas jangkauan perlindungan melalui keterlibatan mahasiswa. Secara simbolis, kartu kepesertaan diserahkan kepada masyarakat yang mendapatkan edukasi hingga proses pendaftaran dengan pendampingan mahasiswa.

Baca Juga: Kapasitas KA Kaligung Ditambah, Tetap Dihimbau beli Tiket Jauh Hari

Baca Juga: Rokok Ilegal di Kota Pekalongan Kurang dari 1 Persen, Sosialisasi dan Edukasi Terus Dilakukan

Kolaborasi tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk menjangkau kelompok pekerja yang selama ini belum terlindungi, terutama pekerja informal.

“Mahasiswa dapat mengambil peran nyata dengan mengedukasi sekaligus mengajak masyarakat menjadi peserta. Kolaborasi seperti ini penting untuk menjangkau lebih banyak pekerja, khususnya pekerja informal yang belum terlindungi,” kata Agung.

Dukungan terhadap kolaborasi tersebut datang dari Pemerintah Kota Pekalongan. Sekretaris Daerah Kota Pekalongan Nur Priyantomo mengapresiasi langkah BPJS Ketenagakerjaan dalam memperkuat pelayanan sekaligus memperluas kepesertaan.

Pemkot, kata Nur, mendukung sinergi antara BPJS Ketenagakerjaan, pemerintah daerah, dan perguruan tinggi agar semakin banyak pekerja di Pekalongan memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial.

Baca Juga: Diduga Gara-Gara HP Dicas di Atas Buku, Rumah Warga Pekalongan Terbakar

Baca Juga: Harga Cabai Pekalongan Fluktuatif, Ayam Mulai Turun

“Perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan sangat penting bagi pekerja dan keluarganya. Kami mendukung kolaborasi yang dapat meningkatkan pemahaman sekaligus mendorong semakin banyak pekerja di Pekalongan memiliki perlindungan,” ungkap Nur.

Rangkaian Harpelnas 2026 juga menjadi momentum untuk menunjukkan hasil Program Pemberdayaan Ekonomi dan Kemandirian (PEKA). Program ini memberikan pendampingan kepada peserta maupun keluarga penerima manfaat agar dapat kembali produktif dan membangun sumber penghidupan setelah menghadapi risiko.

Agung menjelaskan, pemberdayaan tersebut sejalan dengan semangat Value Beyond Protection yang dikembangkan BPJS Ketenagakerjaan melalui prinsip Melayani, Melindungi, dan Memberdayakan atau 3M.

Artinya, perlindungan peserta tidak berhenti ketika manfaat jaminan sosial dibayarkan. Lebih jauh, peserta dan keluarganya juga didorong agar mampu bangkit, produktif, dan memiliki kemandirian ekonomi.

“Kami ingin terus proaktif melayani, memperluas perlindungan, dan memastikan manfaat BPJS Ketenagakerjaan memberikan dampak yang berkelanjutan,” tutur Agung.

Baca Juga: Kreatif Kenalkan Pertanian Modern, BPP Kota Pekalongan Juara Nasional

Baca Juga: Kreatif Kenalkan Pertanian Modern, BPP Kota Pekalongan Juara Nasional

Sementara itu, Kepala Kantor BPJS Ketenagakerjaan Cabang Pekalongan, Widhi Astri Aprillia Nia, mengatakan tema Harpelnas 2026, “Proaktif Melayani, Memberdayakan Secara Berkelanjutan, dan Menciptakan Nilai yang Melampaui Perlindungan”, bukan sekadar slogan.

Menurut Widhi, tema tersebut merupakan janji untuk terus menghadirkan pelayanan yang lebih dekat, mendengar kebutuhan peserta dengan lebih baik, dan memberikan layanan dengan sepenuh hati.

“Yang kami layani bukan sekadar nomor kepesertaan. Di balik setiap peserta, ada seorang pekerja. Di balik seorang pekerja, ada keluarga. Dan di balik sebuah keluarga, ada harapan yang harus kita jaga bersama,” ujarnya.

Ia pun mengajak seluruh peserta menjadikan Harpelnas 2026 sebagai momentum memperkuat kepercayaan dan kebersamaan antara peserta dengan BPJS Ketenagakerjaan.(han)

Editor : Adityo Dwi Riyantoto
Sumber : metropekalongan.com
Harpelnas bpjs ketenagakerjaan hari pelanggan nasional