Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement
Advertisement

METROPEKALONGAN.COM, Pekalongan– Di tengah geliat kreativitas yang terus tumbuh di Kota Pekalongan, memiliki karya saja dinilai belum cukup.
Advertisement
Pelaku ekonomi kreatif juga perlu memastikan karya tersebut memiliki identitas dan perlindungan yang jelas agar mampu berkembang menjadi aset usaha jangka panjang.
Pesan itu mengemuka saat Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid menghadiri Sarasehan “Kebudayaan, Kreativitas & Inspiratif” di Kampung Wisata Batik Pesindon Gang 2, Sabtu (31/10/2026).
Advertisement
Dalam forum yang menjadi bagian dari Pesindon Batik Vibes 2026: Merajut Warisan Budaya tersebut, Aaf mendorong pelaku ekonomi kreatif tidak hanya mempertahankan nilai budaya, tetapi juga berani mengembangkan kreativitas menjadi produk bernilai tambah dan memiliki daya saing.
Baca Juga: Dinsos-P2KB Kota Pekalongan Benahi Standar 11 Layanan Publik
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah pentingnya pendaftaran merek. Bagi pelaku usaha kreatif, merek bukan sekadar nama atau logo yang melekat pada produk, melainkan identitas yang membedakan karya mereka sekaligus menjadi bagian dari aset bisnis.
Salah satu hal yang mendapat perhatian adalah pentingnya pendaftaran merek. Bagi pelaku usaha kreatif, merek bukan sekadar nama atau logo yang melekat pada produk, melainkan identitas yang membedakan karya mereka sekaligus menjadi bagian dari aset bisnis.
Langkah fasilitasi pendaftaran merek diharapkan mampu membuka kesadaran baru di kalangan pelaku ekonomi kreatif Pekalongan.
Produk lokal yang lahir dari kreativitas dan kekayaan budaya perlu memiliki perlindungan agar identitasnya tidak mudah ditiru dan dapat dikembangkan lebih luas.
Sarasehan tersebut sekaligus mempertemukan berbagai perspektif untuk membicarakan masa depan kebudayaan dan ekonomi kreatif.
Hadir sebagai narasumber Anggota DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo, pegiat musik dan fotografi Pasattimur Fajar Dewa, Content Creator sekaligus Communication Specialist Isman Habibillah, serta perwakilan Kementerian Ekonomi Kreatif RI Dedy Andriansyah.
Baca Juga: Dokter Alumni UI Ayu, Dikecam Usai Tuduh Demo BEM UI Bakal Rusuh Kayak Paris
Bagi Kampung Batik Pesindon, pembahasan tersebut menjadi semakin relevan. Sentra batik tidak hanya memiliki warisan motif dan keterampilan membatik, tetapi juga menyimpan potensi kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dan identitas ekonomi baru.
Bagi Kampung Batik Pesindon, pembahasan tersebut menjadi semakin relevan. Sentra batik tidak hanya memiliki warisan motif dan keterampilan membatik, tetapi juga menyimpan potensi kreativitas yang dapat dikembangkan menjadi berbagai produk dan identitas ekonomi baru.
Sarasehan ini menjadi bagian dari rangkaian Pesindon Batik Vibes 2026 yang turut menghadirkan Batik Fun Walk 2026 “Mlaku Bareng Mas Wali” serta Kirab Kain Batik 116 Meter dan Gunungan Batik.
Wali Kota Aaf menilai kekuatan budaya dan kreativitas masyarakat harus berjalan beriringan dengan kemampuan mengelola produk secara profesional.
Dengan begitu, karya lokal tidak hanya dikenal karena nilai budayanya, tetapi juga mampu bersaing sebagai produk ekonomi kreatif.
“Potensi kreativitas dan kebudayaan harus terus kita dorong agar mampu menghasilkan karya dan produk yang memiliki nilai tambah serta daya saing,” kata Aaf.
Ia berharap penguatan identitas, inovasi, dan perlindungan merek dapat menjadi bagian dari langkah pelaku ekonomi kreatif untuk naik kelas.
Dengan cara itu, Kampung Batik Pesindon tidak hanya menjadi ruang pelestarian warisan budaya, tetapi juga dapat berkembang sebagai pusat kreativitas dan ekonomi lokal.
“Kami mendorong pelaku ekonomi kreatif untuk terus berkarya, memperkuat identitas produknya, dan memanfaatkan fasilitasi pendaftaran merek agar usaha mereka semakin kuat dan berdaya saing,” tegas Aaf.(han)
Advertisement
Artikel Terkait
Advertisement
Berita Terkini
Advertisement
Advertisement



